Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Cut Suku Bunga Fed: Gas Terus atau Ngerem?
Wednesday, 10 December 2025 07:34 WIB | FISCAL & MONETARY |Fiskal & Moneter

Para pejabat Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan kembali memotong suku bunga pada hari Rabu(10/12), menandai pemotongan suku bunga ketiga berturut-turut. Namun, banyak analis percaya bahwa setelah langkah ini, Fed kemungkinan akan berhenti sejenak dan tidak terburu-buru untuk memotong suku bunga lagi pada awal tahun depan. Hal ini karena beberapa pejabat mulai khawatir bahwa pemotongan yang berlebihan dapat memicu ekonomi yang terlalu panas.

Di dalam Fed sendiri, terdapat perbedaan pendapat yang tajam. Beberapa percaya bahwa suku bunga saat ini berada pada tingkat "netral", artinya suku bunga tersebut tidak memperlambat atau mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, yang lain percaya bahwa kebijakan masih terlalu ketat atau terlalu longgar. Perbedaan ini dapat menyebabkan kurangnya konsensus dalam keputusan yang akan datang, dan beberapa perbedaan pendapat diperkirakan akan terjadi.

Situasi ini semakin rumit karena penundaan rilis data ekonomi terbaru akibat penutupan pemerintah yang berlangsung dari Oktober hingga sebagian November. Data pasar tenaga kerja resmi tidak akan dirilis hingga 16 Desember, diikuti oleh data inflasi dua hari kemudian. Ini berarti bahwa ketika mengambil keputusan minggu ini, The Fed akan dipaksa untuk beroperasi dengan pencahayaan yang redup. Ekonom Diane Swonk mengatakan The Fed sekarang harus berjalan di garis tipis: mereka tidak ingin terlalu longgar, tetapi juga tidak ingin memberi terlalu banyak tekanan pada perekonomian.

Pada hari Rabu, The Fed akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada pukul 14.00 waktu Washington, disertai dengan pernyataan resmi dan proyeksi ekonomi terbaru. Setelah itu, Ketua The Fed Jerome Powell akan mengadakan konferensi pers. Di sini, Powell diperkirakan tidak akan membuat janji pasti tentang langkah selanjutnya, karena ia harus mewakili spektrum pandangan yang sangat beragam di dalam The Fed, dari mereka yang mendukung pemotongan lebih lanjut hingga mereka yang lebih memilih untuk menunda.

Sementara itu, pasar juga mengamati keputusan Gedung Putih mengenai siapa yang akan menggantikan Powell ketika masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada bulan Mei. Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional di bawah Presiden Donald Trump, telah disebut-sebut sebagai kandidat utama. Namun, pengumuman resmi kemungkinan akan datang awal tahun depan. Jadi, sementara pasar sibuk menebak arah suku bunga, mereka juga menunggu untuk melihat siapa yang akan menjadi pemimpin baru The Fed ke depannya. (azf)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS