Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Ketegangan Di Timur Tengah Semakin Memanas
Friday, 2 January 2026 15:33 WIB | ECONOMY |Ekonomi Global

Iran memperingatkan respons keras terhadap ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan siap mendukung serangan terhadap Iran jika negeri itu membangun kembali program nuklir atau rudalnya. Iran mengatakan akan memberikan balasan "berat" jika diserang lagi.

President Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran dan Hamas setelah pertemuannya dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, menandakan dukungan kuat AS terhadap langkah militer jika Iran terus memicu konflik.

Kekhawatiran Israel

Israel kini waspada terhadap kemungkinan serangan dari Iran dan siap dengan langkah taktis jika terjadi serangan mendadak.

Militer Israel dilaporkan sedang melakukan persiapan untuk kemungkinan ˜perang kejutan' dengan Iran di tengah ketegangan politik dan demonstrasi di Iran.

Situasi Dalam Negeri Iran

Di Iran sendiri, protes terus meningkat karena krisis ekonomi yang diperburuk oleh konflik, termasuk inflasi tinggi, melemahnya mata uang, dan tekanan sanksi.

Iran juga menghadapi krisis ekonomi tajam, dengan rial jatuh tajam dan standar hidup menurun drastis, memicu kemarahan publik dan ketidakstabilan politik yang lebih luas.

Walaupun perang besar langsung antara Iran dan Israel belum kembali meletus sejak 2025, hubungan kedua negara tetap sangat tegang. Ancaman militer, retorika keras, dan potensi serangan lanjutan dari kedua sisi terus menjadi fokus pengawasan internasional.

Berikut dampak konflik Iran Dan Israel terbaru ke ekonomi dunia, nilai tukar dolar, dan harga emas secara ringkas dan jelas

Update Dampak Konflik Iran dan Israel ke Ekonomi & Pasar Dunia

The economic risks of Israel's Iran attack

Investors brace for oil price spike, rush to havens after US bombs Iran nuclear sites
Perang Israel-Iran Belum Signifikan Kerek Harga Emas
Melawan Sejarah: Harga Emas Tumbang di Tengah Perang Israel vs Iran

Konflik Iran-Israel dan Dampak yang Mungkin Terjadi pada Pasar

1. Harga Minyak Naik & Inflasi Global

Ketegangan konflik di Timur Tengah selalu berdampak besar pada pasokan minyak global, karena wilayah tersebut adalah pusat produksi dan jalur ekspor minyak dunia. Ancaman terhadap Selat Hormuz (jalur ekspor utama minyak) bisa mendorong harga minyak melonjak tajam, yang pada gilirannya menaikkan biaya energi global dan memicu tekanan inflasi di banyak negara.

Kenaikan harga minyak juga bisa menekan pertumbuhan ekonomi negara importir energi, karena biaya produksi dan transportasi meningkat.

2. Dolar AS & Aset Safe-Haven

Saat konflik meningkat atau risiko geopolitik naik, investor sering melakukan flight to safety (alih aset ke yang dianggap lebih aman)

Dolar AS sering menguat dalam jangka pendek karena dianggap aset aman saat ketidakpastian global tinggi.
Reuters

Ini juga bisa membuat mata uang negara berkembang seperti rupiah melemah jika investor global tarik modal dari aset yang dianggap berisiko.

Namun, dampaknya tidak selalu besar atau permanen tergantung pada apakah konflik mereda atau benar-benar melebar.

3. Emas: Peran Aset Aman yang Beragam

Emas secara tradisional naik saat ketegangan geopolitik meningkat karena investor mencari aset yang aman saat pasar saham dan risiko naik. Beberapa reaksi pasar menunjukkan emas bisa meningkat, terutama saat risiko konflik tinggi.

Tapi dalam beberapa fase konflik sebenarnya harga emas tidak langsung melonjak tajam atau stabil di level tinggi, karena investor bisa fokus dulu ke faktor lain seperti suku bunga, nilai dolar, atau kondisi ekonomi global secara keseluruhan.

4. Dampak pada Ekonomi Global & Pasar

Harga minyak tinggi tekanan inflasi: Ini bisa membuat biaya barang dan transportasi naik di seluruh dunia.

Pasar saham bisa turun sementara karena investor gelisah akan ketidakpastian.

Negara pengimpor energi bisa semakin tertekan: seperti Indonesia dan banyak negara lain yang bergantung pada minyak impor.

Konflik memperbesar risiko energi global, terutama soal minyak.
Middle East Monitor

Dolar sering menguat sebagai "safe haven", tapi dampaknya bisa berfluktuasi tergantung berita terbaru.

Emas biasanya naik tajam saat ketidakpastian tinggi, tapi tidak selalu konsisten.

Inflasi global dan nilai tukar mata uang dapat tertekan jika konflik menyebar luas.(cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS