Friday, 02 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Ketegangan Di Timur Tengah Semakin Memanas
Friday, 2 January 2026 15:33 WIB | ECONOMY |Ekonomi Global

Iran memperingatkan respons keras terhadap ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan siap mendukung serangan terhadap Iran jika negeri itu membangun kembali program nuklir atau rudalnya. Iran mengatakan akan memberikan balasan "berat" jika diserang lagi.

President Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran dan Hamas setelah pertemuannya dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, menandakan dukungan kuat AS terhadap langkah militer jika Iran terus memicu konflik.

Kekhawatiran Israel

Israel kini waspada terhadap kemungkinan serangan dari Iran dan siap dengan langkah taktis jika terjadi serangan mendadak.

Militer Israel dilaporkan sedang melakukan persiapan untuk kemungkinan ˜perang kejutan' dengan Iran di tengah ketegangan politik dan demonstrasi di Iran.

Situasi Dalam Negeri Iran

Di Iran sendiri, protes terus meningkat karena krisis ekonomi yang diperburuk oleh konflik, termasuk inflasi tinggi, melemahnya mata uang, dan tekanan sanksi.

Iran juga menghadapi krisis ekonomi tajam, dengan rial jatuh tajam dan standar hidup menurun drastis, memicu kemarahan publik dan ketidakstabilan politik yang lebih luas.

Walaupun perang besar langsung antara Iran dan Israel belum kembali meletus sejak 2025, hubungan kedua negara tetap sangat tegang. Ancaman militer, retorika keras, dan potensi serangan lanjutan dari kedua sisi terus menjadi fokus pengawasan internasional.

Berikut dampak konflik Iran Dan Israel terbaru ke ekonomi dunia, nilai tukar dolar, dan harga emas secara ringkas dan jelas

Update Dampak Konflik Iran dan Israel ke Ekonomi & Pasar Dunia

The economic risks of Israel's Iran attack

Investors brace for oil price spike, rush to havens after US bombs Iran nuclear sites
Perang Israel-Iran Belum Signifikan Kerek Harga Emas
Melawan Sejarah: Harga Emas Tumbang di Tengah Perang Israel vs Iran

Konflik Iran-Israel dan Dampak yang Mungkin Terjadi pada Pasar

1. Harga Minyak Naik & Inflasi Global

Ketegangan konflik di Timur Tengah selalu berdampak besar pada pasokan minyak global, karena wilayah tersebut adalah pusat produksi dan jalur ekspor minyak dunia. Ancaman terhadap Selat Hormuz (jalur ekspor utama minyak) bisa mendorong harga minyak melonjak tajam, yang pada gilirannya menaikkan biaya energi global dan memicu tekanan inflasi di banyak negara.

Kenaikan harga minyak juga bisa menekan pertumbuhan ekonomi negara importir energi, karena biaya produksi dan transportasi meningkat.

2. Dolar AS & Aset Safe-Haven

Saat konflik meningkat atau risiko geopolitik naik, investor sering melakukan flight to safety (alih aset ke yang dianggap lebih aman)

Dolar AS sering menguat dalam jangka pendek karena dianggap aset aman saat ketidakpastian global tinggi.
Reuters

Ini juga bisa membuat mata uang negara berkembang seperti rupiah melemah jika investor global tarik modal dari aset yang dianggap berisiko.

Namun, dampaknya tidak selalu besar atau permanen tergantung pada apakah konflik mereda atau benar-benar melebar.

3. Emas: Peran Aset Aman yang Beragam

Emas secara tradisional naik saat ketegangan geopolitik meningkat karena investor mencari aset yang aman saat pasar saham dan risiko naik. Beberapa reaksi pasar menunjukkan emas bisa meningkat, terutama saat risiko konflik tinggi.

Tapi dalam beberapa fase konflik sebenarnya harga emas tidak langsung melonjak tajam atau stabil di level tinggi, karena investor bisa fokus dulu ke faktor lain seperti suku bunga, nilai dolar, atau kondisi ekonomi global secara keseluruhan.

4. Dampak pada Ekonomi Global & Pasar

Harga minyak tinggi tekanan inflasi: Ini bisa membuat biaya barang dan transportasi naik di seluruh dunia.

Pasar saham bisa turun sementara karena investor gelisah akan ketidakpastian.

Negara pengimpor energi bisa semakin tertekan: seperti Indonesia dan banyak negara lain yang bergantung pada minyak impor.

Konflik memperbesar risiko energi global, terutama soal minyak.
Middle East Monitor

Dolar sering menguat sebagai "safe haven", tapi dampaknya bisa berfluktuasi tergantung berita terbaru.

Emas biasanya naik tajam saat ketidakpastian tinggi, tapi tidak selalu konsisten.

Inflasi global dan nilai tukar mata uang dapat tertekan jika konflik menyebar luas.(cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Prediksi market global 2026...
Friday, 2 January 2026 16:41 WIB

Pasar global di tahun 2026 diperkirakan masih bergerak penuh ketidakpastian, dengan fokus utama pada arah suku bunga dan kondisi ekonomi dunia. Bank sentral besar seperti The Fed, ECB, dan BoE diperki...

Jelang Akhir Tahun Klaim Pengangguran AS Menurun Signifikan...
Wednesday, 31 December 2025 20:38 WIB

Klaim pengangguran awal (initial jobless claims) di AS turun 16.000 menjadi 199.000 untuk pekan yang berakhir 27 Desember. Periode ini biasanya cukup "liar" karena musim liburan, tapi angka kali ini t...

Amerika Latin Memanas, BRICS Bergerak Senyap tapi Strategis...
Tuesday, 30 December 2025 16:39 WIB

Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kembali meningkat, terutama terkait Venezuela dan tekanan kebijakan Amerika Serikat. Situasi ini mendorong negara-negara BRICS untuk mengambil langkah hati-hati ...

Kremlin: Ukraina Harus Tarik Pasukan dari Donbas...
Monday, 29 December 2025 18:29 WIB

Kremlin mengatakan pada hari Senin bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari bagian Donbas yang masih dikuasainya jika menginginkan perdamaian, dan jika Kyiv tidak mencapai kesepakatan maka mereka a...

Krisis Israel Dan Iran memicu kekhawatiran Ekonomi Global...
Monday, 29 December 2025 16:02 WIB

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah serangkaian eskalasi militer yang melibatkan serangan udara dan balasan rudal. Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara formal menyatakan negar...

LATEST NEWS
Emas Masih Kuat Memasuki Awal 2026

Harga emas spot di pasar global menunjukkan momentum positif sejak awal tahun 2026 setelah mencatat kenaikan luar biasa sepanjang 2025. Data terbaru menunjukkan emas spot terakhir diperdagangkan sekitar US$4.378 per ounce, naik sekitar 1,6% di sesi...

Prediksi market global 2026

Pasar global di tahun 2026 diperkirakan masih bergerak penuh ketidakpastian, dengan fokus utama pada arah suku bunga dan kondisi ekonomi dunia. Bank sentral besar seperti The Fed, ECB, dan BoE diperkirakan mulai lebih longgar setelah tekanan...

AUD/USD melonjak karena pengetatan kebijakan moneter oleh RBA

Dolar Australia adalah mata uang utama dengan kinerja terbaik di awal tahun yang relatif tenang. Dolar Australia menguat hampir 0,5% terhadap Dolar AS dalam grafik harian sejauh ini, didorong oleh sentimen pasar yang positif dan harapan yang tinggi...

POPULAR NEWS
Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang...

Saham Eropa Menjangkau Rekor Baru, Terus Menguat
Wednesday, 31 December 2025 00:21 WIB

Saham-saham Eropa menguat pada hari Selasa (30/12), memperpanjang kenaikan hingga mencapai rekor tertinggi baru. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup...

S&P 500 Siap Menutup Tahun 2025 dengan Kenaikan 17%
Wednesday, 31 December 2025 21:45 WIB

Saham sedikit berubah pada hari Rabu (31/12) saat Wall Street bersiap untuk menutup tahun yang luar biasa bagi ekuitas. Saham AS mengalami...

Saham AS Pertahankan Momentum Datar Jelang Akhir Tahun
Tuesday, 30 December 2025 21:50 WIB

Saham AS mempertahankan momentum yang datar pada hari Selasa, siap menutup tahun relatif dekat dengan rekor tertinggi terbaru, karena pasar menilai...