Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Kremlin: Ukraina Harus Tarik Pasukan dari Donbas
Monday, 29 December 2025 18:29 WIB | ECONOMY |Ekonomi Global

Kremlin mengatakan pada hari Senin bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari bagian Donbas yang masih dikuasainya jika menginginkan perdamaian, dan jika Kyiv tidak mencapai kesepakatan maka mereka akan kehilangan lebih banyak wilayah lagi.

Putin dan Trump berbicara pada hari Minggu menjelang pertemuan Trump di Miami dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan panggilan telepon lain direncanakan akan segera dilakukan.

Peskov menolak berkomentar tentang gagasan zona ekonomi bebas di Donbas atau tentang masa depan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang dikendalikan oleh Rusia, dengan mengatakan bahwa Kremlin merasa hal itu tidak pantas.

Ketika ditanya tentang pernyataan ajudan Kremlin Yuri Ushakov tentang keputusan yang perlu diambil Kyiv di Donbas, Peskov mengatakan bahwa Ukraina harus menarik pasukannya dari bagian yang masih mereka kuasai.

"Kita berbicara tentang penarikan pasukan bersenjata rezim dari Donbas," kata Peskov. Ketika ditanya apakah hal itu juga berlaku untuk wilayah Zaporizhzhia dan Kherson, ia menolak untuk membahas detailnya.

Saat ini Rusia menguasai seperlima wilayah Ukraina, termasuk Krimea yang dianeksasi pada tahun 2014, sekitar 90% wilayah Donbas, 75% wilayah Zaporizhzhia dan Kherson, serta sebagian kecil wilayah Kharkiv, Sumy, Mykolaiv, dan Dnipropetrovsk, menurut perkiraan Rusia.

Rusia mengklaim Donbas, Zaporizhzhia, dan Kherson sebagai bagian dari Rusia, meskipun sebagian besar negara menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari Ukraina.

Peskov mengatakan tidak ada pembicaraan mengenai panggilan telepon antara Putin dan Zelenskiy.

Peskov mengutip pernyataan Trump bahwa Ukraina dapat kehilangan lebih banyak wilayah ke Rusia dalam beberapa bulan mendatang kecuali Kyiv mencapai kesepakatan. (Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS