Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Desak Ketua The Fed Harus Ikut Pandangannya
Wednesday, 24 December 2025 03:39 WIB | ECONOMY |ECONOMIC

Presiden AS Donald Trump menggunakan serangkaian unggahan di media sosial untuk menguraikan pandangannya tentang inflasi, suku bunga, dan kepemimpinan Federal Reserve (Fed), menekankan preferensi yang kuat untuk suku bunga yang lebih rendah dan keselarasan yang erat antara kebijakan moneter dan kinerja pasar. Ia menyarankan bahwa inflasi akan teratasi dengan sendirinya atau dapat diatasi melalui kenaikan suku bunga jika perlu.

Trump juga mengatakan ia ingin pasar keuangan merespons positif terhadap kabar baik dan menurun terhadap kabar buruk, memperkuat fokusnya yang sudah lama pada kinerja pasar saham sebagai barometer ekonomi utama. Dalam konteks itu, ia menyatakan bahwa pilihan utamanya untuk ketua Federal Reserve berikutnya adalah seseorang yang bersedia menurunkan suku bunga ketika pasar berkinerja baik.

Dalam pernyataannya yang paling tegas, Trump mengindikasikan bahwa ketidaksepakatan dengan pandangannya akan mendiskualifikasi kandidat dari pertimbangan untuk jabatan tertinggi Fed. Komentar tersebut kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor dan pembuat kebijakan tentang independensi Federal Reserve, terutama karena pasar mengamati dengan cermat sinyal seputar kepemimpinan masa depan dan arah kebijakan moneter.

Poin-poin penting Trump

Siapa pun yang tidak setuju dengan saya tidak akan pernah menjadi ketua Fed.

Saya ingin ketua Fed baru saya menurunkan suku bunga jika pasar sedang bagus.

Saya menginginkan pasar yang naik saat ada kabar baik, dan turun saat ada kabar buruk.

Inflasi akan terkendali dengan sendirinya, atau kita bisa menaikkan suku bunga.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS