Friday, 16 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Deutsche Bank memperkirakan dolar AS akan melemah 6% pada akhir 2026
Thursday, 27 November 2025 15:11 WIB | ECONOMY |Amerika

Deutsche Bank memperkirakan dolar AS akan melemah sekitar 6% berdasarkan bobot perdagangan pada akhir 2026, menurut laporan baru yang dirilis oleh para ahli strategi valuta asing bank tersebut.

Analisis bank menunjukkan bahwa "kejutan Trump" terhadap dolar telah berakhir, tetapi beberapa faktor fundamental masih menunjukkan pelemahan dolar di masa mendatang. Faktor-faktor ini meliputi valuasi saat ini, dinamika neraca pembayaran, dan siklus kebijakan moneter, yang secara kolektif mendukung prospek pelemahan dolar AS.

Deutsche Bank secara khusus menyoroti defisit transaksi berjalan AS yang melebar sebagai indikator utama yang mendukung depresiasi dolar, meskipun para ahli strategi memproyeksikan pelemahan ini akan terjadi pada laju yang lebih lambat daripada yang diantisipasi sebelumnya untuk tahun 2025.

Di Eropa, bank tersebut memperkirakan EUR/USD akan mencapai 1,25 pada akhir tahun 2026, dengan euro mendapatkan dukungan dari pertumbuhan global yang positif, pemulihan ekonomi siklus Eropa, dan posisi keuangan eksternal kawasan yang kuat.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa inflasi yang persisten dan pelemahan yen Jepang yang berkelanjutan dapat memaksa para pembuat kebijakan di Jepang untuk memperketat kebijakan moneter meskipun awalnya enggan, sementara renminbi Tiongkok tampak undervalued dengan inflasi yang rendah yang menciptakan kondisi untuk apresiasi riil.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS