Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Siap Bantu Ukraina, Tapi Geram karena Damai Tak Kunjung Jadi
Friday, 12 December 2025 07:54 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington bersedia memberikan bantuan keamanan kepada Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Ia menegaskan, dukungan keamanan adalah faktor penting untuk menyelesaikan konflik tersebut. Namun, Trump juga menyatakan kekecewaannya karena menurutnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy belum cukup mudah menerima rencana perdamaian yang diajukan AS, sehingga menambah tekanan ke Kyiv yang sebelumnya menolak proposal yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.

Trump mengaku "sangat frustrasi" dengan lambatnya proses perundingan dan tidak ingin lagi terjebak dalam pertemuan tanpa hasil. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump "muak dengan pertemuan hanya demi pertemuan" dan kini menuntut tindakan nyata. AS bahkan belum memastikan apakah akan mengirim perwakilan ke pertemuan akhir pekan di Eropa terkait tawaran terbaru AS, yang disebut sebagai versi ringkas dari rencana 28 poin yang meminta konsesi besar dari Ukraina. Trump menegaskan, AS hanya akan hadir jika peluang tercapainya kesepakatan dinilai cukup besar.

Di sisi lain, Zelenskiy mulai membuka wacana untuk menggelar referendum di Ukraina, termasuk kemungkinan meminta rakyat memutuskan apakah akan menyerahkan wilayah Donbas kepada Rusia. Isu wilayah menjadi pusat perdebatan, karena Kremlin bersikeras Ukraina menarik pasukannya dari Donetsk dan Luhansk, dua wilayah timur yang gagal direbut penuh oleh militer Rusia selama hampir empat tahun perang. Zelenskiy sebelumnya juga telah menyerahkan draf rencana perdamaian 20 poin ke Gedung Putih, yang ia sebut sebagai "dokumen fundamental" untuk mengakhiri perang.

Meski Trump menyamakan proses ini dengan "kesepakatan real estat yang kompleks dikali seribu", situasi di lapangan jauh dari mudah. Ukraina menghadapi kekurangan personel militer, sementara pasukan Rusia terus meraih kemajuan darat secara perlahan. Kondisi ini membuat Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki sedikit insentif untuk mengakhiri invasi. Sementara bantuan militer langsung AS ke Ukraina telah berkurang drastis, Trump lebih mendorong sekutu NATO membeli senjata AS untuk dikirimkan ke Kyiv. Bentuk pasti jaminan keamanan dari AS masih belum jelas dan menjadi topik negosiasi intens antara Gedung Putih dan pejabat Ukraina dalam beberapa hari terakhir. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS