Friday, 09 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donald Trump untuk mengatur aliran minyak di Amerika dan memaksa pemerintah sosialis Venezuela untuk menjadi sekutu.

Setelah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam serangan militer pada hari Sabtu di Caracas, AS meningkatkan blokade terhadap kapal-kapal yang dikenai sanksi dan yang berlayar ke dan dari negara Amerika Selatan tersebut, anggota kelompok produsen minyak OPEC.

Gedung Putih juga mengatakan pihaknya berencana untuk mencabut beberapa sanksi yang diberlakukan Trump terhadap minyak Venezuela pada tahun 2019 selama masa jabatan pertamanya.

Pengejaran selama berminggu-minggu di Samudra Atlantik berakhir pada Rabu pagi ketika Penjaga Pantai AS dan pasukan khusus militer AS, yang membawa surat perintah penyitaan yudisial, menangkap kapal tanker minyak mentah Marinera, yang menolak untuk dinaiki bulan lalu sebelum berganti bendera menjadi Rusia, kata para pejabat.

Dengan adanya kapal selam dan kapal Rusia di dekatnya, penyitaan tersebut berisiko memicu konfrontasi lebih lanjut dengan Rusia, yang telah mengutuk tindakan AS terkait Venezuela dan sudah berselisih dengan Barat karena perang di Ukraina. Kremlin tidak menanggapi permintaan komentar pada hari yang merupakan hari libur nasional di Rusia.

"Itu adalah kapal tanker minyak Rusia palsu," kata Wakil Presiden AS JD Vance dalam sebuah wawancara di Fox News. "Mereka pada dasarnya mencoba berpura-pura menjadi kapal tanker minyak Rusia dalam upaya untuk menghindari rezim sanksi."

Sebelumnya pada hari Rabu, Penjaga Pantai AS juga mencegat sebuah kapal tanker yang membawa minyak Venezuela, M Sophia yang berbendera Panama, di dekat pantai timur laut Amerika Selatan, kata para pejabat AS, dalam penyitaan keempat dalam beberapa minggu terakhir. Menurut catatan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, kapal tanker tersebut bermuatan penuh.

AS MENARGETKAN 'ARMADA BAYANGAN'

Kapal Marinera, yang sebelumnya dikenal sebagai Bella-1, kosong dari minyak, tetapi AS mengatakan bahwa kapal tersebut dan M Sophia termasuk dalam "armada bayangan" kapal tanker yang digunakan untuk mengangkut minyak yang dikenai sanksi dari Venezuela dan Iran.

"Satu-satunya transportasi energi maritim yang diizinkan adalah yang sesuai dengan hukum dan keamanan nasional Amerika," kata Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan.

"Ada potensi ekonomi yang tak terbatas untuk sektor energi Venezuela melalui jalur komersial yang sah dan diizinkan yang ditetapkan oleh Amerika Serikat."

Jaksa Agung Pam Bondi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa awak Marinera telah melakukan "upaya panik untuk menghindari penangkapan" dan "gagal mematuhi" perintah Penjaga Pantai, sehingga menghadapi tuntutan pidana.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

Rusia dan Kyiv Saling Tuduh Serang Warga Sipil...
Friday, 2 January 2026 07:40 WIB

Rusia dan Ukraina saling menuduh telah menyerang warga sipil selama perayaan Tahun Baru. Moskow menyebut sebuah serangan drone Ukraina menghantam hotel dan kafe di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia ...

LATEST NEWS
Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

Saham Hong Kong Lesu, Siap Turun Mingguan

Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai...

Nikkei Naik 0,7% Ditopang Saham Otomotif dan Keuangan

Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan, didorong pelemahan yen dan sinyal ekonomi Amerika Serikat yang masih solid. Kondisi ini meningkatkan minat beli pada saham-saham berorientasi ekspor dan sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku...

POPULAR NEWS
Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE)...

Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko...