Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Kenapa Damai Ukraina Gagal?
Wednesday, 3 December 2025 07:22 WIB | GLOBAL ECONOMIC |

Pertemuan selama lima jam antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner, di Kremlin tidak menghasilkan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina. Kremlin mengonfirmasi bahwa kompromi belum tercapai dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Perundingan berlangsung hingga tengah malam, dan beberapa proposal dari AS dianggap tidak sesuai oleh Rusia.

Yuri Ushakov, ajudan utama Putin, mengatakan bahwa pertemuan ini konstruktif dan membuka peluang kerja sama ekonomi AS-Rusia, meski pertemuan langsung antara Putin dan Trump belum direncanakan. Diskusi juga menyentuh masalah teritorial, termasuk klaim Rusia atas Donbas, yang sebagian besar tetap di bawah kendali Ukraina. Ushakov menekankan beberapa rancangan proposal AS masih perlu dibahas lebih lanjut.

Trump sendiri menyebut situasi sangat sulit dan kacau, mengingat perang ini telah menimbulkan 25.000 hingga 30.000 korban per bulan. Ia menekankan bahwa mengakhiri konflik ini merupakan salah satu tujuan sulit dari kebijakan luar negerinya, meski sebelumnya kerap mengkritik Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Sejumlah negara Eropa menyatakan khawatir terhadap proposal perdamaian AS yang bocor sebelumnya karena dinilai terlalu menguntungkan Moskow. Ukraina dan AS kemudian mencoba menyusun kerangka kerja perdamaian yang lebih adil melalui perundingan di Jenewa. Presiden Zelenskiy menegaskan bahwa semua bergantung pada negosiasi di Moskow, dan penting agar prosesnya transparan tanpa ada permainan di belakang Ukraina.

Putin menegaskan Rusia tidak ingin perang dengan Eropa, tetapi mengancam akan menghentikan akses Ukraina ke laut jika terjadi serangan. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menilai pernyataan Putin menunjukkan bahwa Rusia belum siap benar-benar mengakhiri konflik. Kondisi ini menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh ketidakpastian. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS