Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Armada Tiongkok, Risiko Amerika?
Friday, 7 November 2025 07:46 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Pemerintahan Trump menangguhkan biaya dok untuk kapal buatan Tiongkok sebagai bagian dari "gencatan senjata dagang" bulan lalu. Langkah ini menuai kritik karena dinilai melemahkan upaya AS melindungi akses ke pelabuhan-yang disebut sebagai hak istimewa-serta menambah kerentanan rantai pasokan.

Ketergantungan AS pada armada Tiongkok kini sangat besar. Tahun lalu, barang senilai lebih dari $5 triliun mengalir lewat pelabuhan AS, termasuk $3 triliun impor, dan hampir sepertiganya diangkut kapal yang dibangun, dimiliki, atau dioperasikan Tiongkok. Industri galangan kapal AS sendiri merosot tajam: dari 77 kapal komersial yang dibangun pada 1975 menjadi kurang dari lima pesanan saat ini, terutama sejak subsidi federal dihentikan pada 1982”menghilangkan puluhan ribu pekerjaan terampil.

Sebaliknya, Tiongkok memperluas dominasi maritimnya selama 25 tahun terakhir berkat subsidi besar. Negara itu kini memproduksi 55% kapal laut dunia (naik dari 5% pada 1999), membuat 95% kontainer pengiriman dan 70% derek pelabuhan global, serta punya kendali atau saham di hampir 100 pelabuhan utama. Dampaknya bukan sekadar ekonomi: sekitar 90% kargo militer AS diangkut lewat laut, sehingga ketergantungan ini dipandang mengancam keamanan nasional.

Kebijakan biaya dok yang ditangguhkan sebenarnya dirancang untuk menyeimbangkan persaingan. Aturannya mengenakan $50 per ton kapasitas kargo pada kapal milik/dioperasikan perusahaan Tiongkok (naik bertahap ke $140 pada 2028), dan tarif lebih rendah bagi operator non-Tiongkok yang memakai kapal buatan Tiongkok ($18 per ton atau $120 per kontainer). Pemilik kapal bisa mendapat pengurangan jika memesan kapal buatan AS dalam tiga tahun. Indikasi awalnya positif: pangsa kapal buatan Tiongkok di tiga rute utama AS sempat turun hampir delapan poin persentase, dan analis memperkirakan dalam setahun hanya satu dari 20 kapal di pelabuhan AS yang akan dibuat di Tiongkok.

Penghentian biaya dinilai mengirim sinyal yang salah ke Beijing dan melemahkan koordinasi dengan sekutu maritim seperti Korea Selatan dan Jepang. Setiap penundaan berisiko membuat galangan Tiongkok kian menguat sementara galangan AS tetap menganggur. Sejumlah ekonom mendesak Washington segera memberlakukan kembali biaya dok dan konsisten mengejar kemandirian maritim untuk mengurangi risiko pada ekonomi dan keamanan nasional. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS