Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Tarif Trump Bantu Jaga Rating Kredit AS
Tuesday, 19 August 2025 19:04 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

S&P Global Ratings menyatakan bahwa pendapatan dari tarif Donald Trump akan membantu meringankan dampak pemotongan pajak yang dilakukan presiden terhadap kesehatan fiskal AS, sehingga memungkinkan negara tersebut mempertahankan peringkat kreditnya saat ini.

Meskipun perang dagang Trump telah mengguncang pasar, meresahkan pemerintah asing, dan memicu kritik dari para ekonom terkemuka, S&P menegaskan peringkat AA+ untuk AS - skor yang diberikannya sejak 2011, ketika pertama kali menurunkan peringkat negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut dari AAA.

Hal ini sebagian karena S&P memperkirakan aliran dana dari pungutan pajak akan mengimbangi dampak RUU pajak dan belanja baru-baru ini terhadap posisi anggaran AS. Hal ini menjaga prospek peringkat jangka panjang tetap stabil. "Di tengah kenaikan tarif efektif, kami memperkirakan pendapatan tarif yang signifikan secara umum akan mengimbangi hasil fiskal yang lebih lemah yang mungkin terkait dengan undang-undang fiskal baru-baru ini, yang berisi pemotongan dan peningkatan pajak dan pengeluaran," tulis para analis, termasuk Lisa Schineller, dalam sebuah laporan.

Keputusan tersebut menawarkan secercah kabar baik bagi Trump dengan mendukung salah satu argumennya bahwa penerapan tarif telah membantu memperbaiki posisi fiskal negara. Pendapatan tarif mencapai rekor bulanan baru pada bulan Juli, dengan bea cukai naik menjadi $28 miliar.

Pandangan perusahaan pemeringkat telah memberikan dampak penting pada pasar obligasi terbesar di dunia tahun ini. Kekhawatiran defisit mendorong Moody's Ratings untuk mencabut peringkat kredit teratas terakhir AS pada bulan Mei, sehingga skornya sejalan dengan S&P dan Fitch Ratings. Langkah tersebut menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun di atas 5% dan meningkatkan risiko penjualan paksa dari beberapa dana pensiun.

Namun, pada hari Selasa, obligasi AS sedikit menguat, dengan imbal hasil pada tenor 10 dan 30 tahun turun satu basis poin menjadi 4,32% dan 4,92%. Indeks dolar turun 0,1%, menunjukkan dampak jangka pendek yang teredam dari laporan S&P.

"Itu tidak menandakan adanya perubahan material dalam kesehatan fiskal AS, yang merupakan masalah yang kompleks," kata Homin Lee, ahli strategi makro senior di Lombard Odier Ltd. di Singapura. Keputusan pemeringkatan "sebenarnya hanya simbolis dan cenderung tertinggal dari pergeseran persepsi pasar," tambahnya.

S&P mengatakan prospek stabil menunjukkan ekspektasinya bahwa meskipun defisit fiskal tidak akan membaik secara signifikan, defisit tersebut juga tidak akan terus memburuk selama beberapa tahun ke depan. Perusahaan memperkirakan utang pemerintah umum bersih akan melampaui 100% PDB selama tiga tahun ke depan, tetapi mereka memperkirakan defisit pemerintah umum akan rata-rata 6% dari tahun 2025 hingga 2028, turun dari 7,5% tahun lalu.(alg)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS