Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pemerintah Swiss Panik, Rapat Darurat Bahas Tarif AS
Thursday, 7 August 2025 15:42 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Pemerintah Swiss akan mengadakan rapat darurat pada hari Kamis(7/8) untuk menentukan langkah selanjutnya setelah presidennya pulang tanpa hasil dari kunjungan menit terakhir ke Washington, yang bertujuan untuk mencegah tarif impor AS sebesar 39% atas barang-barang Swiss.

Pertemuan mendesak Dewan Federal yang beranggotakan tujuh orang kabinet pemerintahan Swiss akan berlangsung di Bern pada siang hari, demikian pernyataan pemerintah di platform X.

Presiden Swiss Karin Keller-Sutter meninggalkan Washington pada Rabu tanpa kesepakatan baru, dan tidak bertemu dengan Presiden AS Donald Trump maupun pejabat perdagangan utamanya, menurut dua sumber kepada Reuters. Proposal Keller-Sutter untuk tarif sebesar 10% ditolak oleh pihak AS, tambah salah satu sumber.

Negosiasi antara Swiss dan Amerika Serikat masih akan berlanjut, namun dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan, kata salah satu sumber Swiss yang akrab dengan diskusi tersebut. Pemerintahan Trump belum menutup pintu untuk solusi, menurut sumber tersebut, yang optimistis kesepakatan pada akhirnya akan tercapai. Namun, belum jelas kapan kebuntuan tarif ini bisa diselesaikan, tambahnya, berbicara secara anonim karena isu ini sensitif.

Keller-Sutter mengatakan pada hari Rabu bahwa ia memiliki "pertemuan yang sangat baik" dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dengan sumber Swiss menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai "konstruktif" dan berlangsung dalam suasana bersahabat.

Setelah tenggat waktu tarif Trump berakhir, tarif impor baru mulai berlaku pada tengah malam waktu Washington (0400 GMT).

"Miliaran dolar, sebagian besar dari negara-negara yang selama bertahun-tahun memanfaatkan Amerika Serikat sambil tertawa, akan mulai mengalir ke AS," tulis Trump di platform medianya, Truth Social.

Puluhan negara yang gagal mencapai kesepakatan dengan Washington kini menghadapi tarif baru yang menggantikan tarif sementara sebesar 10% yang telah berlaku sejak April. Dengan tarif 39%, Swiss terkena salah satu tingkat tarif tertinggi dalam upaya Trump mengubah arah perdagangan global demi keuntungan AS.

Swiss terkejut atas keputusan Trump pekan lalu untuk memberlakukan tarif tinggi ini. Asosiasi industri dan para ekonom memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa merusak ekonomi Swiss yang berorientasi ekspor, mengancam puluhan ribu pekerjaan, dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Swiss telah menghapus hampir semua tarif impor pada tahun 2024, dan memberikan akses hampir bebas bagi produk-produk AS ke pasarnya. Namun, Keller-Sutter mengatakan pekan lalu bahwa Trump menyoroti surplus perdagangan Swiss dengan AS, yang mencapai 38,5 miliar franc Swiss ($48 miliar) tahun lalu.

Saham Swiss diperkirakan akan terpukul, menurut platform perdagangan online IG.

"Kita dapat memperkirakan pasar Swiss akan berada di bawah tekanan pada Kamis pagi melihat presiden pulang tanpa bertemu langsung dengan presiden AS bukan kejutan besar, namun tetap saja mengecewakan," kata Chris Beauchamp, broker dari IG. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS