Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Kremlin Singgung Ilegalitas Tarif Trump atas Minyak Rusia ke India
Tuesday, 5 August 2025 18:38 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Rusia menuduh Amerika Serikat pada hari Selasa(5/8) telah melakukan tekanan perdagangan yang ilegal terhadap India, setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menaikkan tarif atas India terkait pembelian minyak dari Rusia.

"Kami mendengar banyak pernyataan yang pada dasarnya adalah ancaman, upaya untuk memaksa negara-negara memutuskan hubungan dagang dengan Rusia. Kami tidak menganggap pernyataan seperti itu sah secara hukum," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan.

"Kami percaya bahwa negara-negara berdaulat seharusnya memiliki dan memang memiliki hak untuk memilih mitra dagang mereka sendiri, mitra kerja sama ekonomi, dan menentukan sendiri bentuk kerja sama ekonomi yang sesuai dengan kepentingan negara tersebut."

Trump sebelumnya menyatakan bahwa mulai hari Jumat, ia akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia serta terhadap negara-negara yang membeli ekspor energi Rusia, kecuali Moskow mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 3,5 tahun dengan Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan sikap terhadap perang, meskipun tenggat waktu dari Trump semakin dekat.

India telah menyebut ancaman Trump sebagai tindakan yang "tidak berdasar" dan bersumpah akan melindungi kepentingan ekonominya, memperdalam keretakan hubungan dagang antara kedua ekonomi besar tersebut.

Dua sumber pemerintah India mengatakan kepada Reuters pada akhir pekan lalu bahwa India akan terus membeli minyak dari Rusia meskipun mendapat ancaman dari Trump.(azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS