Tuesday, 13 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Peringatkan Tarif 25% untuk India Saat Negosiasi Belum Final
Wednesday, 30 July 2025 07:35 WIB | GLOBAL ECONOMIC |GloballEkonomi Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa India kemungkinan akan menghadapi tarif perdagangan sebesar 20% hingga 25%, meskipun kesepakatan belum tercapai.

Tingkat tarif ini jauh lebih tinggi daripada bea masuk 15% yang baru-baru ini dikenakan terhadap Jepang dan Uni Eropa, dan muncul meskipun Trump sebelumnya mengisyaratkan bahwa pembicaraan dengan India berjalan dengan baik.

"Saya rasa begitu," kata Trump kepada wartawan di Air Force One ketika ditanya apakah tarif 20% hingga 25% merupakan kemungkinan tarif terhadap India. Sebuah laporan Reuters sebelumnya pada hari itu menunjukkan bahwa India kemungkinan akan menghadapi tarif pada beberapa ekspor sebagai tindakan sementara.

Laporan tersebut, beserta komentar Trump, muncul hanya beberapa hari sebelum batas waktu 1 Agustus untuk pemberlakuan tarif perdagangan. Trump telah menguraikan tarif yang tinggi terhadap beberapa negara ekonomi utama, berkisar antara 15% hingga 50%.

Laporan terbaru juga mengindikasikan bahwa kesepakatan perdagangan AS-India mungkin tidak akan terwujud sebelum 1 Agustus, sehingga New Delhi rentan terhadap tarif tinggi AS. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS