
Bank sentral AS kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk sementara waktu guna memastikan inflasi tetap rendah di tengah tekanan kenaikan tarif pemerintahan Trump, ujar Presiden Bank Sentral Federal Dallas, Lorie Logan, pada hari Selasa.
"Skenario dasar saya adalah kita perlu mempertahankan suku bunga yang sedikit terbatas untuk beberapa waktu guna menyelesaikan upaya mengembalikan inflasi secara berkelanjutan ke target 2%," ujar Logan dalam pidato yang disiapkan untuk disampaikan kepada Dewan Urusan Dunia di San Antonio.
"Ada kemungkinan juga bahwa kombinasi inflasi yang lebih rendah dan pasar tenaga kerja yang melemah akan membutuhkan suku bunga yang lebih rendah dalam waktu dekat," ujarnya, seraya mencatat bahwa tarif mungkin tidak akan mendorong inflasi sebanyak atau sepersisten yang diperkirakan, dan bahwa sedikit tanda-tanda penurunan dalam data pasar tenaga kerja baru-baru ini, ditambah dengan pesimisme di kalangan bisnis dan rumah tangga, dapat menandakan prospek aktivitas ekonomi yang memburuk.
The Fed telah mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25%-4,50% sejak Desember lalu. Sebagian besar pembuat kebijakan telah mengisyaratkan bahwa mereka ingin menunggu setidaknya beberapa bulan lagi sebelum melanjutkan pemangkasan suku bunga karena mereka khawatir kenaikan harga akibat tarif dapat merusak data inflasi yang selama beberapa bulan terakhir relatif stabil.
Kenaikan harga konsumen pada bulan Juni menunjukkan bahwa inflasi berdasarkan ukuran yang ditargetkan The Fed”peningkatan indeks harga untuk pengeluaran konsumsi pribadi selama 12 bulan, yang pada bulan Mei sebesar 2,3%”"kemungkinan akan sedikit naik," kata Logan.
"Saya ingin melihat inflasi rendah berlanjut lebih lama agar yakin," ujarnya.
Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja solid, pasar saham mendekati level tertinggi sepanjang masa, dan kebijakan fiskal tampaknya akan menjadi "pendorong" bagi pertumbuhan, ujarnya. Awal bulan ini, Kongres mengesahkan RUU kebijakan domestik Presiden Donald Trump yang menjadikan pemotongan pajak tahun 2017-nya permanen, di antara berbagai langkah lainnya.
"Semua ini, bagi saya, mengarah pada skenario dasar di mana kebijakan moneter perlu dipertahankan lebih lama untuk mengembalikan inflasi secara berkelanjutan ke target ” dan dalam skenario dasar ini, kita dapat mempertahankan tingkat lapangan kerja maksimum bahkan dengan kebijakan yang sedikit restriktif," kata Logan.
Memangkas suku bunga terlalu cepat, katanya, akan berisiko menimbulkan dampak ekonomi yang lebih dalam dan perjalanan yang lebih panjang menuju stabilitas harga. Memotong suku bunga terlalu lambat berisiko menyebabkan pasar tenaga kerja semakin melemah, meskipun The Fed akan "memiliki opsi untuk memangkas suku bunga lebih lanjut guna mengembalikan lapangan kerja ke jalurnya," kata Logan.
Untuk saat ini, kata Logan, kebijakan moneter "berada dalam posisi yang baik," sebuah frasa yang berulang kali digunakan oleh Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk menggambarkan kesiapan The Fed untuk bertindak ketika data menunjukkan sudah waktunya. (azf)
Sumber: Investing.com
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...
AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...
Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...
Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...
Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...