Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RUU Pemotongan Pajak Trump Hadapi Ujian
Wednesday, 21 May 2025 17:28 WIB | GLOBAL ECONOMIC |ECONOMIC

RUU pemotongan pajak dan belanja Presiden Donald Trump menghadapi ujian pada hari Rabu(21/5) saat anggota DPR AS dari Partai Republik mencoba mengatasi kontroversi internal mengenai pemotongan program kesehatan Medicaid dan keringanan pajak di negara bagian pesisir yang berbiaya tinggi.

Sementara Komite Aturan DPR yang mengawasi ketat telah menjadwalkan sidang yang tidak biasa pada pukul 1 pagi waktu timur AS  (0500 GMT) yang diperkirakan akan berlangsung hingga siang hari di mana para anggota akan memperdebatkan rincian perihal tersebut. Jika disahkan oleh Kongres, undang-undang tersebut akan mengurangi beberapa manfaat kesehatan dan makanan bagi warga Amerika yang berpenghasilan rendah, sehingga membatalkan program energi hijau, dan menyediakan puluhan miliar dolar untuk pelaksanaan imigrasi.

Selain itu Trump berunding dengan para anggota parlemen pada hari Selasa untuk mencoba membujuk para anggota partainya yang tidak mau mendukung "RUU tersebut," tetapi kunjungan itu gagal mempengaruhi sebagian besar anggota parlemen yang menolak beberapa poin tertentu. Ketua DPR Mike Johnson tidak punya sedikitpun kesalahan, karena partainya memegang mayoritas suara antara 220-213 dan hanya sedikit suara yang mengatakan "tidak" dari pihaknya dapat menggagalkan RUU tersebut, yang menurut Partai Demokrat lebih menguntungkan orang kaya dan memangkas program sosial yang dibutuhkan.

Para pengkritik kebijakan fiskal memblokir paket tersebut di komite lain pada hari Jumat, sebelum mengalah pada Minggu malam. Skenario itu dapat terjadi lagi di Komite Peraturan, yang mencakup beberapa anggota Partai Republik yang menyerukan pemotongan lebih dalam pada program kesehatan Medicaid, yang melayani 71 juta warga Amerika.

RUU tersebut akan memperpanjang pemotongan pajak tahun 2017 yang merupakan pencapaian legislatif pertama Trump, dan juga menambahkan keringanan pajak atas pendapatan dari tip dan upah lembur yang merupakan bagian dari dorongan populisnya di jalur kampanye. Analis nonpartisan mengatakan RUU tersebut dapat menambah $3 triliun hingga $5 triliun pada utang pemerintah federal sebesar $36,2 triliun.

Jika lolos dari komite, Mike Johnson dapat mendorong pemungutan suara di DPR secepatnya pada hari ini. Medicaid terbukti menjadi titik kritis utama, dengan para petinggi fiskal mendorong pemotongan untuk sebagian mengimbangi biaya komponen pajak RUU tersebut, yang menurut Partai Republik moderat akan merugikan pemilih yang dukungannya akan mereka butuhkan dalam pemilihan paruh waktu 2026.

RUU tersebut juga menghadapi keberatan dari segelintir anggota parlemen Republik berhaluan tengah dari negara-negara bagian dengan pajak tinggi termasuk New York dan California, yang mendorong pelonggaran batas pengurangan pajak negara bagian dan lokal sebesar $30.000.

Trump mendorong dukungan bulat dari Partai Republik, dan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka yang bertahan dapat disingkirkan dari partai. Perusahaan pemeringkat kredit Moody's minggu lalu mencabut peringkat kredit tingkat atas pemerintah AS, dengan alasan utang negara yang terus meningkat.

Jika paket tersebut lolos di DPR, maka paket tersebut akan menuju Senat, di mana Partai Republik memegang mayoritas 53-47. Itu tidak akan diharapkan sampai bulan depan, karena Kongres bersiap untuk meninggalkan Washington minggu depan untuk masa reses selama seminggu. (zif)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS