Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Tiongkok bahas penjualan TikTok ke Elon Musk sebagai opsi potensial.
Tuesday, 14 January 2025 08:12 WIB | GLOBAL ECONOMIC |china

Pejabat Tiongkok tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan operasi TikTok di AS kepada Elon Musk, jika raksasa media sosial itu tidak mampu menghindari larangan kontroversial yang diajukan oleh otoritas AS, Bloomberg melaporkan pada hari Senin.

Laporan tersebut mengatakan bahwa meskipun pejabat Tiongkok lebih suka TikTok tetap berada di bawah induknya ByteDance Ltd, mereka telah membahas kemungkinan kontinjensi, termasuk penjualan ke Musk.

ByteDance menentang larangan tersebut di Mahkamah Agung AS. Namun, diskusi baru-baru ini menunjukkan bahwa hakim AS juga cenderung mendukung potensi larangan apa pun pada platform video pendek tersebut.

Spekulasi mengenai larangan TikTok berkembang seiring dengan semakin dekatnya pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, terutama mengingat Trump telah berjanji untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Beijing.

Mahkamah Agung memberi ByteDance batas waktu 19 Januari untuk menjual TikTok atau menghadapi potensi larangan AS dengan alasan keamanan nasional.

TikTok digunakan oleh sekitar setengah dari populasi AS, yaitu sekitar 170 juta pengguna. Anggota parlemen telah menyuarakan kekhawatiran bahwa platform tersebut mengumpulkan data pengguna AS dan merusak keamanan nasional. Kongres memberikan suara mendukung larangan tersebut tahun lalu.

Larangan TikTok menjadi pertanda baik bagi platform media sosial AS lainnya seperti Instagram milik Meta Platforms (NASDAQ:META) dan YouTube milik Alphabet Inc (NASDAQ:GOOGL), yang keduanya telah meluncurkan platform video pendek mereka sendiri di tengah meningkatnya persaingan dari TikTok.

Penjualan platform media sosial tersebut kepada Musk dapat membuatnya lebih sejalan dengan perlakuan Musk terhadap Twitter, yang dibeli oleh CEO Tesla Inc (NASDAQ:TSLA) tersebut pada tahun 2023 dan berganti nama menjadi "X".(Cay) Newsmaker23

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS