Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pesanan Barang Tahan Lama Turun Lebih Rendah dari Perkiraan
Tuesday, 26 August 2025 21:03 WIB | ECONOMY |Ekonomi ASPesanan Barang ASU.S. Durable Goods

Laporan terbaru Pesanan Barang Tahan Lama telah dirilis, menunjukkan penurunan sebesar 2,8%. Metrik ini mengukur perubahan nilai total pesanan baru untuk barang manufaktur tahan lama, termasuk barang transportasi. Metrik ini berfungsi sebagai indikator penting kesehatan sektor manufaktur dan perekonomian secara keseluruhan.

Penurunan aktual sebesar 2,8% ini tidak separah perkiraan penurunan sebesar 3,8%. Penurunan yang lebih kecil dari perkiraan ini merupakan sinyal positif bagi dolar AS (USD), karena Pesanan Barang Tahan Lama merupakan faktor kunci dalam valuasi mata uang tersebut. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan biasanya dianggap bullish untuk USD, sementara angka yang lebih rendah dari perkiraan dianggap bearish.

Dibandingkan dengan data sebelumnya, angka saat ini juga menunjukkan perbaikan. Laporan sebelumnya menunjukkan kontraksi yang lebih signifikan sebesar 9,3%. Oleh karena itu, penurunan sebesar 2,8% saat ini menunjukkan pemulihan yang substansial dan menunjukkan bahwa penurunan pesanan barang tahan lama mungkin melambat.

Laporan Pesanan Barang Tahan Lama (Durable Goods Orders) diawasi ketat oleh para ekonom dan investor karena memberikan wawasan tentang keyakinan konsumen dan bisnis. Barang tahan lama biasanya merupakan barang-barang bernilai tinggi, seperti mobil dan peralatan rumah tangga, yang dibeli oleh konsumen dan bisnis ketika mereka yakin dengan prospek ekonomi. Oleh karena itu, penurunan pesanan yang lebih kecil dari perkiraan dapat dilihat sebagai tanda positif bagi perekonomian.

Meskipun penurunan Pesanan Barang Tahan Lama merupakan kekhawatiran, angka yang lebih baik dari perkiraan dan perbaikan dari laporan sebelumnya dapat memberikan sedikit kepastian bagi investor. Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun sektor manufaktur masih berjuang, laju penurunannya mungkin melambat. Hal ini berpotensi menandakan awal pemulihan, yang akan menjadi perkembangan positif bagi USD dan perekonomian secara keseluruhan. (Arl)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS