
Ketika Presiden Donald Trump meluncurkan tarif kilatnya, para ekonom memperingatkan lonjakan inflasi karena biaya yang membebani konsumen. Dampaknya tertunda oleh langkah-langkah balasan perusahaan, tetapi sekarang tanda-tanda awal kenaikan harga yang didorong oleh tarif mulai terlihat, dan Morgan Stanley memperingatkan dampak inflasi yang sesungguhnya akan datang, memaksa perusahaan untuk mempertimbangkan kembali perekrutan dan pengeluaran.
"Data inflasi terbaru menunjukkan harga barang menguat seiring tarif diberlakukan, yang pada dasarnya bertindak sebagai pajak atas konsumsi dan produksi," kata para ekonom Morgan Stanley dalam sebuah catatan baru-baru ini, menyoroti meningkatnya tekanan biaya yang menekan margin perusahaan.
Tingkat tarif efektif rata-rata untuk impor AS mencapai 8,9% pada bulan Juni, jauh di bawah perkiraan 16%, sebagian besar disebabkan oleh faktor-faktor seperti pengalihan perdagangan, manajemen inventaris, dan implementasi yang tertunda. Namun, Morgan Stanley memperkirakan tarif ini akan meningkat pada bulan Juli dan Agustus seiring dengan pulihnya pangsa ekspor Tiongkok dan penangguhan perlakuan bebas bea de minimis mulai memengaruhi barang-barang konsumen.
Tarif paling berdampak pada barang konsumsi akhir, dengan tarif pakaian jadi mencapai 24% pada bulan Juni, diikuti furnitur sebesar 16,1% dan kendaraan bermotor sebesar 15,8%. Sementara itu, produsen menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk input seperti baja, bahan kimia, dan elektronik, yang memicu inflasi di seluruh rantai pasok.
Untuk memitigasi dampak tarif, perusahaan telah menerapkan berbagai strategi: merombak rantai pasok dengan model "China+1" atau nearshoring, menimbun persediaan sebelum batas waktu tarif, dan berbagi biaya melalui kombinasi kenaikan harga selektif, negosiasi pemasok, dan penyerapan margin. Apple (NASDAQ:AAPL), misalnya, mengalihkan lebih banyak perakitan produk yang akan dikirim ke AS ke India dan Vietnam, dengan tujuan mengurangi paparan tarif Tiongkok pada tahun 2026.(Cay)
Sumber: Investing.com
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...
Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...