Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Lonjakan inflasi,Seiring Tarif Serta Langkah Fed Dalam Memangkas Suku Bunga
Friday, 22 August 2025 04:09 WIB | ECONOMY |

Ketika Presiden Donald Trump meluncurkan tarif kilatnya, para ekonom memperingatkan lonjakan inflasi karena biaya yang membebani konsumen. Dampaknya tertunda oleh langkah-langkah balasan perusahaan, tetapi sekarang tanda-tanda awal kenaikan harga yang didorong oleh tarif mulai terlihat, dan Morgan Stanley memperingatkan dampak inflasi yang sesungguhnya akan datang, memaksa perusahaan untuk mempertimbangkan kembali perekrutan dan pengeluaran.

"Data inflasi terbaru menunjukkan harga barang menguat seiring tarif diberlakukan, yang pada dasarnya bertindak sebagai pajak atas konsumsi dan produksi," kata para ekonom Morgan Stanley dalam sebuah catatan baru-baru ini, menyoroti meningkatnya tekanan biaya yang menekan margin perusahaan.

Tingkat tarif efektif rata-rata untuk impor AS mencapai 8,9% pada bulan Juni, jauh di bawah perkiraan 16%, sebagian besar disebabkan oleh faktor-faktor seperti pengalihan perdagangan, manajemen inventaris, dan implementasi yang tertunda. Namun, Morgan Stanley memperkirakan tarif ini akan meningkat pada bulan Juli dan Agustus seiring dengan pulihnya pangsa ekspor Tiongkok dan penangguhan perlakuan bebas bea de minimis mulai memengaruhi barang-barang konsumen.

Tarif paling berdampak pada barang konsumsi akhir, dengan tarif pakaian jadi mencapai 24% pada bulan Juni, diikuti furnitur sebesar 16,1% dan kendaraan bermotor sebesar 15,8%. Sementara itu, produsen menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk input seperti baja, bahan kimia, dan elektronik, yang memicu inflasi di seluruh rantai pasok.

Untuk memitigasi dampak tarif, perusahaan telah menerapkan berbagai strategi: merombak rantai pasok dengan model "China+1" atau nearshoring, menimbun persediaan sebelum batas waktu tarif, dan berbagi biaya melalui kombinasi kenaikan harga selektif, negosiasi pemasok, dan penyerapan margin. Apple (NASDAQ:AAPL), misalnya, mengalihkan lebih banyak perakitan produk yang akan dikirim ke AS ke India dan Vietnam, dengan tujuan mengurangi paparan tarif Tiongkok pada tahun 2026.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS