Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS Naikkan Tarif Baja dan Aluminium untuk Peralatan Impor, Gerbong, dan Suku Cadang Kendaraan Listrik
Wednesday, 20 August 2025 05:36 WIB | ECONOMY |Ekonomi Global

Departemen Perdagangan AS pada hari Selasa menyatakan akan menaikkan tarif baja dan aluminium untuk lebih dari 400 produk, termasuk turbin angin, derek bergerak, peralatan, buldoser, dan alat berat lainnya, serta gerbong, sepeda motor, mesin kapal, furnitur, dan ratusan produk lainnya.

Departemen tersebut menyatakan bahwa 407 kategori produk ditambahkan ke daftar produk baja dan aluminium "turunan" yang dikenai tarif sektoral, dengan tarif 50% untuk setiap kandungan baja dan aluminium dalam produk-produk ini ditambah tarif negara untuk kandungan non-baja dan non-aluminium.

Evercore ISI menyatakan dalam sebuah catatan riset bahwa langkah tersebut mencakup lebih dari 400 kode produk yang mewakili impor senilai lebih dari $200 miliar tahun lalu dan memperkirakan akan menaikkan tarif efektif keseluruhan sekitar 1 poin persentase.

Departemen tersebut juga menambahkan suku cadang impor untuk sistem pembuangan otomotif dan baja listrik yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik ke dalam tarif baru, serta komponen untuk bus, AC, serta peralatan rumah tangga termasuk lemari es, freezer, dan pengering.

Sekelompok produsen mobil asing telah mendesak departemen tersebut untuk tidak menambahkan suku cadang tersebut, dengan alasan AS tidak memiliki kapasitas domestik untuk menangani permintaan saat ini.

Tesla (NASDAQ:TSLA) gagal meminta Departemen Perdagangan untuk menolak permintaan penambahan produk baja yang digunakan dalam motor kendaraan listrik dan turbin angin, dengan alasan tidak ada kapasitas AS yang tersedia untuk memproduksi baja yang digunakan dalam unit penggerak kendaraan listrik.

Tarif baru ini berlaku segera dan juga mencakup kompresor dan pompa serta logam dalam kosmetik impor dan kemasan perawatan pribadi lainnya seperti kaleng aerosol.

"Tindakan hari ini memperluas jangkauan tarif baja dan aluminium serta menutup celah untuk menghindari revitalisasi berkelanjutan industri baja dan aluminium Amerika," kata Wakil Menteri Perdagangan Bidang Industri dan Keamanan, Jeffrey Kessler.

Produsen baja termasuk Cleveland Cliffs (NYSE:CLF), Nucor (NYSE:NUE), dan lainnya telah mengajukan petisi kepada pemerintah untuk memperluas tarif agar mencakup suku cadang mobil baja dan aluminium tambahan.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS