
CEO Barrick Mining, Mark Bristow, mengatakan pada hari Senin bahwa industri emas sedang menunggu kejelasan dari Gedung Putih mengenai potensi tarif AS untuk emas batangan, tetapi menambahkan bahwa, apa pun hasilnya, dampaknya terhadap para penambang akan minimal.
Menurut putusan yang dipublikasikan di situs web layanan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada hari Jumat, Washington mungkin akan mengenakan tarif impor khusus negara untuk emas batangan yang paling banyak diperdagangkan di AS.
Seorang pejabat Gedung Putih kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan mengeluarkan perintah eksekutif yang "mengklarifikasi informasi yang salah".
Putusan tersebut telah mengganggu arus emas batangan global dan menyuntikkan volatilitas baru ke pasar emas. Harga emas turun 2,4% pada hari Senin.
"Mari kita lihat bagaimana semuanya diklarifikasi, karena saat ini masih spekulasi," kata Bristow kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
Ia mengatakan para penambang emas adalah "pengambil harga", yang berarti mereka sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan dari harga yang lebih tinggi jika itu adalah hasil akhir dari gejolak tarif AS.
Barrick melampaui ekspektasi analis untuk laba kuartal kedua pada hari Senin, karena lonjakan harga emas membantu mengimbangi penurunan produksi, termasuk dari Mali, di mana perusahaan tersebut terlibat dalam perselisihan berkepanjangan dengan pemerintah militer negara itu.
Barrick terpaksa menghentikan operasinya pada pertengahan Januari setelah Mali memblokir ekspornya dan menahan beberapa eksekutifnya.
Reuters melaporkan bulan lalu bahwa sebuah helikopter militer Mali mengangkut emas dari kompleks Loulo-Gounkoto hanya beberapa hari setelah sumber mengatakan seorang administrator yang ditunjuk pengadilan untuk lokasi tersebut berencana menjual emas batangannya untuk membiayai operasi.
Bristow mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan belum mempertimbangkan untuk menjual Loulo-Gounkoto kepada pihak ketiga pada tahap ini, meskipun Barrick mencatat biaya sebesar $1,03 miliar karena hilangnya kendali atas tambang tersebut.(Cay)
Source: Investing.com
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...
Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...