
Gubernur Federal Reserve Adriana Kugler mengatakan bank sentral AS harus tetap mempertahankan suku bunga stabil "untuk beberapa waktu," dengan alasan inflasi yang semakin cepat seiring tarif mulai mendorong kenaikan harga.
"Mengingat stabilitas di sisi ketenagakerjaan mandat kami, dengan tingkat pengangguran yang masih berada pada level terendah dalam sejarah, ekspektasi inflasi jangka pendek yang tinggi, dan inflasi barang yang meningkat karena tekanan kenaikan tarif, saya merasa tepat untuk mempertahankan suku bunga acuan kami pada level saat ini untuk beberapa waktu," kata Kugler, Kamis, dalam pidato yang disiapkan untuk sebuah acara di Washington yang diselenggarakan oleh Housing Partnership Network.
"Sikap kebijakan yang masih restriktif ini penting untuk menjaga ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjangkar," ujarnya.
Para pejabat The Fed telah mempertahankan suku bunga stabil tahun ini, meskipun laporan inflasi lebih rendah dari perkiraan, karena mereka menunggu dampak tarif Presiden Donald Trump. Kugler, dengan pernyataannya, bergabung dengan beberapa pembuat kebijakan lain yang mengisyaratkan minggu ini bahwa mereka belum siap untuk memangkas suku bunga.
Gubernur Fed menunjuk pada data baru tentang harga yang keluar minggu ini yang mengindikasikan ukuran inflasi yang disukai Fed, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, kemungkinan akan naik 2,5% dalam setahun hingga Juni, dari 2,3% pada bulan Mei. Laporan PCE akan diterbitkan akhir bulan ini.
Kugler memberikan beberapa alasan mengapa dampak yang lebih besar pada harga dari tarif mungkin masih akan datang, dengan alasan beberapa bisnis menunggu untuk meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen karena persediaan yang menumpuk dan seringnya perubahan dalam kebijakan perdagangan.
Pendekatan sabar Fed tahun ini telah membuat Trump marah, yang telah menuntut bank sentral mengurangi biaya pinjaman untuk memungkinkan pertumbuhan yang lebih cepat. Pada hari Rabu, Bloomberg News dan outlet media lainnya melaporkan Trump akan berusaha untuk mencopot Powell dari jabatannya, tetapi presiden kemudian membantah laporan tersebut.(alg)
Sumber: Bloomberg
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...
Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...