Tuesday, 10 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Tingkat pengangguran Australia diperkirakan stabil di bulan Juni
Thursday, 17 July 2025 05:06 WIB | ECONOMY | Australia

Australia akan merilis laporan ketenagakerjaan bulan Juni pada hari Kamis pukul 1:30 GMT. Biro Statistik Australia (ABS) diperkirakan akan mengumumkan penambahan 20.000 lowongan pekerjaan baru di bulan tersebut, membalikkan 2.500 lowongan pekerjaan yang hilang yang diumumkan pada bulan Mei. Tingkat Pengangguran diperkirakan stabil di angka 4,1%, sementara Tingkat Partisipasi juga diperkirakan tidak berubah di angka 67%. Menjelang pengumuman tersebut, Dolar Australia (AUD) berada di bawah tekanan jual yang kuat di tengah kekhawatiran yang mendominasi bursa saham.

ABS Australia melaporkan posisi penuh waktu dan paruh waktu melalui Laporan Perubahan Ketenagakerjaan bulanan. Secara umum, pekerjaan penuh waktu berarti bekerja 38 jam per minggu atau lebih dan biasanya mencakup tunjangan tambahan, tetapi sebagian besar menunjukkan pendapatan yang konsisten. Di sisi lain, pekerjaan paruh waktu umumnya berarti upah per jam yang lebih tinggi tetapi kurang konsisten dan kurang tunjangan. Itulah sebabnya perekonomian lebih menyukai pekerjaan penuh waktu.

Hilangnya 2.500 pekerjaan pada bulan Mei tidak terlalu mengkhawatirkan dibandingkan angka kasarnya, karena sepanjang bulan tersebut, negara tersebut berhasil menambah 38.700 pekerjaan penuh waktu sementara kehilangan 41.200 pekerjaan paruh waktu. Pada akhirnya, pekerjaan penuh waktu memiliki bobot lebih besar daripada pekerjaan paruh waktu dalam mengukur kesehatan sektor ketenagakerjaan.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...

Saham Hong Kong Ngebut Di Awal Pekan

Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...

POPULAR NEWS