Sunday, 05 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Gubernur Fed Barr memperkirakan tarif akan menyebabkan inflasi terus berlanjut
Wednesday, 25 June 2025 04:01 WIB | ECONOMY |Federal Reserve

Gubernur Federal Reserve Michael Barr mengatakan pada hari Selasa bahwa pungutan impor yang lebih tinggi kemungkinan akan memberikan tekanan ke atas pada harga yang mungkin tidak bersifat sementara, yang menunjukkan bahwa ia tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga.

"Saya memperkirakan inflasi akan meningkat karena tarif," Barr menyatakan dalam sebuah acara di Omaha, Nebraska yang bertujuan untuk mengumpulkan umpan balik tentang kebijakan Fed dan kondisi ekonomi dari para pemimpin bisnis dan masyarakat.

Barr memperingatkan bahwa "ekspektasi inflasi jangka pendek yang lebih tinggi, penyesuaian rantai pasokan, dan efek putaran kedua dapat menyebabkan inflasi terus berlanjut," sambil mencatat bahwa tarif dapat secara bersamaan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pengangguran, yang mencapai 4,2% pada bulan Mei.

Gubernur Fed menekankan ketidakpastian seputar kebijakan tarif dan dampaknya, dengan menyatakan bahwa "kebijakan moneter diposisikan dengan baik untuk memungkinkan kita menunggu dan melihat bagaimana kondisi ekonomi berkembang."

Komentarnya mengikuti keputusan Fed minggu lalu untuk mempertahankan biaya pinjaman jangka pendek dalam kisaran 4,25%-4,50%. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan pendekatan hati-hati ini selama kesaksian kongres pada hari Selasa sebelumnya, menyoroti sikap "tunggu dan lihat" bank sentral saat mengevaluasi dampak tarif terhadap inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Posisi Barr berbeda dari pejabat Fed lainnya Christopher Waller dan Michelle Bowman, yang baru-baru ini mengindikasikan bahwa mereka dapat mendukung pemotongan suku bunga pada bulan Juli, dengan meyakini bahwa tarif kemungkinan hanya akan menciptakan peningkatan inflasi satu kali.

"Kebijakan moneter terkadang memerlukan pengorbanan - sikap kebijakan yang diperlukan untuk menurunkan inflasi, misalnya, juga dapat menurunkan permintaan agregat dan memperlambat ekonomi," jelas Barr, seraya menambahkan bahwa memahami bagaimana keputusan kebijakan memengaruhi rumah tangga dan bisnis tetap penting untuk menyeimbangkan tujuan ekonomi.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS