Sunday, 05 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump sebut Powell 'orang tolol' karena tidak memangkas suku bunga
Friday, 13 June 2025 01:36 WIB | ECONOMY |Amerika

Presiden AS Donald Trump terus menekan Jerome Powell dan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga, karena data inflasi tetap rendah meskipun kebijakan tarifnya agresif. Sementara Trump terus menekan agar suku bunga diturunkan, ia mengatakan tidak akan memecat Powell.

"Kita akan menghabiskan $600 miliar setahun karena satu orang tolol yang duduk di sini," kata Trump. "Potong suku bunga Anda sekarang, tidak akan ada inflasi."

Trump menyarankan Fed memangkas suku bunga sebesar dua poin persentase penuh, yang dapat menghemat AS hingga $900 miliar. Ini lebih besar dari permintaannya sebelumnya untuk pemangkasan satu poin persentase dari Fed. Suku bunga dana Fed saat ini berada di 4,25-4,5%.

Komentar dari presiden tersebut menyusul rilis data CPI dan PPI minggu ini, yang keduanya lebih rendah dari yang diharapkan para ekonom.

"Berita palsu itu mengatakan, 'Oh, jika Anda memecatnya, itu akan sangat buruk, itu akan sangat buruk.' Saya tidak tahu mengapa itu akan sangat buruk, tetapi saya tidak akan memecatnya," kata Trump saat penandatanganan RUU di Gedung Putih pada hari Kamis.

"Kita memanggilnya 'Terlambat,' benar?" canda Trump, merujuk pada julukan yang diberikannya kepada Powell.

Trump menambahkan bahwa jika inflasi meningkat di masa mendatang, ia tidak akan keberatan dengan kenaikan suku bunga The Fed.

"Katakanlah ada inflasi. Dalam setahun dari sekarang, naikkan suku bunga Anda. Saya tidak keberatan, naikkan suku bunga Anda. Saya setuju saja. Saya yang akan menelepon Anda," kata Trump. "Ia juga akan terlambat untuk itu."(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS