Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
China 'dengan tegas menolak' tuduhan Trump atas pelanggaran perjanjian dagang
Monday, 2 June 2025 12:15 WIB | ECONOMY |Amerikachina

Kementerian Perdagangan China pada hari Senin menolak tuduhan dari Presiden AS Donald Trump bahwa negara itu telah melanggar perjanjian dagang baru-baru ini yang ditandatangani di Jenewa, Swiss.

China mengklaim telah "menanggapi dengan serius, menerapkan dengan ketat, dan secara aktif menegakkan konsensus yang dicapai dalam pembicaraan dengan AS di Jenewa," kata Kementerian Perdagangan dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu mengatakan Washington telah "membuat tuduhan palsu dan secara tidak masuk akal menuduh China melanggar konsensus, yang sangat bertentangan dengan fakta".

"China dengan tegas menolak tuduhan yang tidak masuk akal ini," kata pernyataan kementerian perdagangan.

Trump akhir minggu lalu mengecam China karena diduga melanggar beberapa aspek perjanjian Jenewa, meskipun ia tidak menyebutkan pelanggaran apa saja yang dimaksud.

Meskipun kesepakatan Jenewa memang melihat Beijing dan Washington memangkas tarif perdagangan satu sama lain, retorika mereka sebagian besar masih kasar.

Tiongkok telah berulang kali mengkritik penerapan kontrol yang lebih ketat oleh Washington baru-baru ini terhadap industri pembuatan chipnya, dengan alasan bahwa kontrol tersebut mengancam akan merusak perjanjian Jenewa.

Pemerintahan Trump minggu lalu mengakui bahwa pembicaraan dengan Tiongkok telah terhenti, dan bahwa dialog langsung antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Trump mungkin diperlukan untuk melanjutkan dialog.

Washington dan Beijing terlibat dalam pertukaran tarif yang sengit tahun ini, setelah Trump mengenakan tarif yang tinggi terhadap negara tersebut, yang memicu bea balasan dari Tiongkok.

Meskipun kesepakatan Jenewa memang melihat tarif diturunkan tajam, tarif tersebut masih tetap berada pada level tertinggi dalam sejarah. Serangkaian data ekonomi baru-baru ini juga menunjukkan dampak tarif terhadap ekonomi Tiongkok.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS