Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump tidak terburu-buru menandatangani perjanjian dagang
Wednesday, 7 May 2025 05:10 WIB | ECONOMY |Amerika

Presiden Trump memberikan beberapa komentar baru tentang perjanjian dagang pada hari Selasa, yang menunjukkan bahwa ia tidak terburu-buru menandatangani perjanjian apa pun meskipun waktu terus berjalan untuk jeda tarif timbal balik selama 90 hari.

"Semua orang berkata 'kapan Anda akan menandatangani perjanjian?," komentar Trump hari ini di Gedung Putih. "Kita tidak harus menandatangani perjanjian."

Trump mengindikasikan bahwa AS dapat segera menandatangani banyak perjanjian tetapi memilih untuk memprioritaskan kepentingan negara, dengan menyatakan bahwa negara lain lebih membutuhkan pasar AS daripada AS membutuhkan pasar mereka.

Semakin lama, tampaknya Trump tidak akan menawarkan perjanjian perdagangan bebas, tetapi semua negara yang mengimpor ke AS harus membayar tarif minimum.

"Saya pikir orang-orang saya belum menjelaskannya dengan jelas," tambah Trump. "Kami akan menandatangani beberapa kesepakatan. Namun, yang jauh lebih besar dari itu adalah kami akan menurunkan harga yang harus dibayar orang untuk berbelanja di Amerika Serikat. Anggaplah kami sebagai toko super mewah dan kami punya barang-barangnya."

Presiden menjelaskan bahwa strategi tersebut melibatkan duduk bersama timnya, yang meliputi Howard Lutnick, Scott Bessent, VP JD Vance, dan pejabat lainnya, untuk menetapkan serangkaian angka wajar yang akan dibayarkan negara-negara untuk berbisnis dengan AS. Ia menekankan bahwa angka-angka tersebut akan masuk akal dan tidak dimaksudkan untuk merugikan negara lain, melainkan untuk memastikan permainan yang adil dan saling menguntungkan.

Trump juga membahas masalah tarif tinggi, khususnya dengan menunjuk India sebagai contoh, dan mencatat bahwa mereka telah sepakat untuk mengurangi tarif mereka secara signifikan. Ia menekankan bahwa AS tidak akan menoleransi tarif tinggi dan mengharapkan negara-negara lain untuk membuka pasar mereka atau menurunkan tarif mereka sebagai bagian dari negosiasi perdagangan.

Komentar hari ini menyusul laporan di Jepang pada hari Senin bahwa Trump hanya bersedia memangkas tarif khusus negara sebesar 14 persen dan tidak akan menegosiasikan tarif dasar global sebesar 10 persen atau tarif untuk mobil dan produk baja.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS