Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Presiden AS Trump: Saya suka gagasan tarif di sebagian besar negara
Tuesday, 4 February 2025 01:50 WIB | ECONOMY |Amerika

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat berita dengan serangkaian pernyataan spontan pada hari Senin, mulai dari perang di Ukraina, di mana Presiden Trump mengharapkan 'logam tanah jarang' sebagai imbalan untuk memperoleh gencatan senjata dengan Rusia. Donald Trump juga mencatat bahwa ia tetap "tidak senang" dengan situasi Panama, dan menegaskan kembali bahwa pekerjaannya mengenai tarif belum berakhir.
Kami mungkin akan melakukan sesuatu dengan TikTok jika kami dapat membuat kesepakatan yang tepat, TikTok dapat masuk ke dalam dana kekayaan kedaulatan.
Tidak ada yang terbebas dari tarif. Saya berbicara baik dengan Trudeau.
Kami belum menyetujui tarif dengan Meksiko.
Kami tidak diperlakukan dengan baik oleh Kanada. Kami tidak membutuhkan mobil, kayu, pertanian Kanada.
Saya tidak keberatan membuat mobil kami di Amerika Serikat.
Kami akan melakukan negosiasi besar dengan Meksiko.
Kami akan berbicara dengan China dalam 24 jam ke depan, mungkin.
China tidak akan terlibat dengan Terusan Panama untuk waktu lama.
China akan ditangani di Terusan Panama.
Tarif China merupakan serangan pembuka.
USAID merupakan konsep yang bagus, tetapi memiliki kaum kiri radikal yang gila.
Saya menyukai gagasan tarif timbal balik pada lebih banyak negara.
Kami memberi tahu Ukraina bahwa mereka memiliki tanah jarang yang berharga dan kami menginginkan jaminan.
Saya mencari jaminan pada tanah jarang dalam setiap kesepakatan dengan Ukraina.
Saya ingin Ukraina memberi kami tanah jarang.
Kami akan menelepon Panama pada hari Jumat.
Saya tidak senang dengan situasi Panama tetapi mereka telah menyetujui beberapa hal.
Saya tidak memiliki jaminan bahwa gencatan senjata Gaza akan berhasil.(Cay) Newsmaker23

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS