Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Masih Perkasa, Meski Sedikit Terkoreksi
Friday, 21 November 2025 23:25 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS malam ini masih bertahan di level tinggi setelah mencatat penguatan tajam sepanjang pekan, meski mulai sedikit terkoreksi di tengah gejolak pasar saham global. Indeks Dolar AS sempat menyentuh hampir enam bulan tertinggi sebelum bergerak di kisaran sekitar 100,3 pada perdagangan Jumat, menandai penguatan sekitar 0,9% dalam lima sesi terakhir.

Dolar sedikit melemah terhadap yen setelah pejabat Jepang kembali melayangkan peringatan soal kemungkinan intervensi, sehingga USD/JPY turun tipis ke area 157-an, namun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya dolar masih cenderung kuat.

Penguatan dolar pekan ini ditopang oleh berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga agresif The Fed. Risalah pertemuan FOMC dan komentar sejumlah pejabat bank sentral menunjukkan banyak anggota yang condong mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga pasar memangkas ekspektasi cut rate besar pada Desember.

Meski malam ini pelaku pasar kembali menaikkan sedikit peluang pemangkasan setelah pernyataan Presiden Fed New York John Williams yang menyebut ada ruang untuk penurunan suku bunga "dalam waktu dekat", dolar secara keseluruhan masih mendapat dukungan dari imbal hasil obligasi AS yang relatif tinggi dan data ekonomi yang dinilai belum cukup lemah untuk memaksa pelonggaran agresif.

Bagi negara berkembang, kombinasi dolar yang tetap kuat dan volatilitas pasar global menjadi tantangan tambahan bagi stabilitas nilai tukar dan arus modal. Data Bank Indonesia menunjukkan kurs rupiah terhadap dolar AS masih berada di area tertekan, sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lain yang tertekan oleh penguatan dolar dan kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. Sentimen risk-off di pasar saham global serta ketidakpastian soal jalur suku bunga The Fed membuat pelaku pasar cenderung tetap berhati-hati, sehingga pergerakan dolar malam ini menjadi salah satu fokus utama pelaku pasar valuta asing dan komoditas.(cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS