
Indeks dolar AS melemah ke level 97,3 pada hari Kamis(10/7), menandai penurunan hari kedua berturut-turut karena investor beralih ke aset berisiko di tengah reli saham dan komoditas yang meluas.
Dolar AS juga tertekan oleh penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), didorong oleh permintaan yang kuat dalam lelang obligasi 10 tahun pada hari Rabu.
Di sisi kebijakan, risalah rapat terakhir Federal Reserve mengungkapkan bahwa sebagian besar pejabat terbuka untuk memangkas suku bunga akhir tahun ini.
Meskipun secara keseluruhan melemah, dolar melonjak lebih dari 2% terhadap real Brasil setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 50% untuk impor Brasil, dengan alasan "hubungan perdagangan yang tidak adil."
Trump juga mengeluarkan pemberitahuan tarif kepada delapan negara lain, yaitu Filipina, Brunei, Moldova, Aljazair, Irak, Libya, dan Sri Lanka, dengan tarif berkisar antara 25% hingga 30%, efektif 1 Agustus. Pasar kini mengalihkan perhatian mereka pada potensi perjanjian perdagangan dengan India dan Uni Eropa. (azf)
Sumber: Trading Economics
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...