Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Tertekan Di Bawah 97,50, Pasar Fokus Ke Data PCE
Friday, 27 June 2025 10:22 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), indeks nilai Dolar AS (USD) yang diukur terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, tetap bertahan di dekat 97,25, level terendahnya dalam tiga setengah tahun selama sesi Asia pada hari Rabu (27/6).

Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk memilih Ketua Federal Reserve (Fed) berikutnya lebih awal, yang memicu taruhan baru pada pemotongan suku bunga AS. Trump mengatakan bahwa ia memiliki daftar calon pengganti Powell hingga "tiga atau empat orang," tanpa menyebutkan nama finalisnya. Kekhawatiran atas independensi Fed di masa mendatang dapat melemahkan Dolar AS (USD) terhadap para pesaingnya.

"Untuk saat ini, ekspektasi Presiden Trump akan memilih ketua yang lebih dovish akan terus menekan harga FOMC dan USD," kata Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia.

Sementara itu, pasar keuangan telah memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya di bulan Juli menjadi 25%, naik dari hanya 12% seminggu yang lalu, dan memperhitungkan penurunan 64 basis poin (bps) pada akhir tahun, naik dari sekitar 46 bps minggu lalu, menurut Reuters.

Produk Domestik Bruto (PDB) AS turun pada tingkat tahunan sebesar 0,5% pada kuartal pertama (Q1) tahun 2025, menurut Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) pada hari Kamis. Angka ini lebih buruk dari estimasi sebelumnya dan ekspektasi pasar sebesar -0,2%. Data PDB yang suram berkontribusi terhadap penurunan Greenback.

Para pedagang akan mengawasi rilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk bulan Mei pada hari Jumat, ukuran inflasi yang disukai Fed. Jika laporan menunjukkan hasil yang lebih kuat dari yang diharapkan, ini dapat membantu membatasi kerugian USD dalam waktu dekat.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS