Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Indeks Dolar AS Bergerak Turun Menunggu Laporan Kebijakan Moneter Fed
Friday, 20 June 2025 10:12 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, memperpanjang penurunannya untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan lebih rendah di sekitar 98,70 pada saat penulisan. Para pedagang kemungkinan akan mengukur Laporan Kebijakan Moneter Fed, yang dijadwalkan untuk dirilis pada hari Jumat. Dewan Federal Reserve akan menyerahkan laporan kepada Kongres yang berisi diskusi tentang "pelaksanaan kebijakan moneter dan perkembangan ekonomi serta prospek untuk masa depan."

Dolar AS mungkin kembali menguat karena meningkatnya permintaan safe haven, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran atas potensi keterlibatan AS dalam perang udara Israel-Iran. Badan intelijen AS percaya bahwa Iran belum memutuskan apakah akan membuat senjata nuklir, meskipun telah mengembangkan persediaan besar uranium yang diperkaya yang diperlukan untuk membuat bom, kata sumber intelijen senior AS, menurut The New York Times.

Namun, laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa Iran dapat beralih ke produksi bom jika militer AS menyerang situs pengayaan uranium Iran Fordo, atau jika Israel membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Ketua Komite Intelijen Senat AS mencatat bahwa Presiden Trump akan memberi Iran kesempatan terakhir untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri program nuklirnya. Trump kemungkinan akan menunda keputusan akhirnya untuk melancarkan serangan hingga dua minggu.

Greenback mendapat dukungan dari pernyataan hati-hati dari Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dalam konferensi pers pascapertemuan pada hari Rabu. Powell mencatat bahwa inflasi masih sedikit di atas target dan dapat meningkat di masa mendatang. Ia menyoroti pentingnya sikap kebijakan saat ini yang membuat bank sentral berada dalam posisi yang baik. Ia memperingatkan bahwa ketidakpastian kebijakan yang sedang berlangsung akan membuat Fed tetap dalam sikap menahan suku bunga.

Federal Reserve (Fed) AS mengumumkan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 4,5% pada bulan Juni seperti yang diharapkan secara luas. Namun, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) masih melihat sekitar 50 basis poin pemotongan suku bunga hingga akhir tahun 2025.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS