Sunday, 01 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Indeks Dolar AS (DXY) Merosot Mencapai Titik Terendah Bulanan Baru Akibat Pernyataan Tarif Trump
Friday, 24 January 2025 15:11 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang, bergerak turun untuk hari kedua berturut-turut dan turun ke titik terendah bulanan baru selama sesi Asia pada hari Jumat (24/1). Indeks saat ini berada di sekitar wilayah 107,80, turun hampir 0,35% untuk hari itu, dan tetap berada di jalur untuk mencatat kerugian untuk minggu kedua berturut-turut.

Pasar telah memperkirakan kemungkinan bahwa Federal Reserve (Fed) akan menurunkan biaya pinjaman dua kali tahun ini setelah tanda-tanda tekanan inflasi di AS. Selain itu, Presiden AS Donald Trump, yang berbicara dari jarak jauh di Forum Ekonomi Dunia di Davos, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan memberikan tekanan untuk menurunkan suku bunga. Hal ini, pada gilirannya, dipandang sebagai faktor utama yang melemahkan USD. Sementara itu, Trump mengatakan pada hari Jumat sebelumnya bahwa pembicaraannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping berlangsung bersahabat dan bahwa ia dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok dan lebih memilih untuk tidak menggunakan tarif. Hal ini meredakan kekhawatiran bahwa kebijakan proteksionis Trump dapat meningkatkan inflasi dan mendukung prospek pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Fed, yang memicu penurunan kecil dalam imbal hasil obligasi Treasury AS dan membebani dolar.

Lebih jauh, kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang agresif memberikan dorongan kuat bagi Yen Jepang (JPY) dan memberikan tekanan tambahan pada dolar. Selain itu, nada positif secara umum di sekitar pasar ekuitas semakin merusak status safe haven Greenback dan berkontribusi pada penurunan intraday. Para pedagang sekarang menantikan rilis PMI AS untuk dorongan baru di kemudian hari selama sesi AS.(AL)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS