
GBP/USD melemah akibat kenaikan metrik inflasi AS pada hari Kamis, mendorong Dolar AS (USD) menguat secara luas dan mengakhiri rekor kenaikan dua hari dalam pasangan Cable-Dollar. GBP/USD mengalami penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua minggu, mendorong pasangan ini kembali ke 1,3500 setelah gagal menembus level teknis 1,3600.
Meskipun sempat melemah sekitar sepertiga persen, GBP/USD masih berada di sisi bullish. Cable masih diperdagangkan jauh di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 hari di dekat 1,3170, dan support teknis terdekat berada di EMA 50 hari di dekat 1,3440. Momentum cenderung menguntungkan para bidder, meskipun pola lower-high yang tergambar dalam candlestick harian terancam untuk ditembus.
Angka PDB Inggris secara umum melampaui ekspektasi pada Kamis pagi, dengan pertumbuhan ekonomi Inggris sebesar 0,3% (QoQ) dibandingkan dengan perlambatan yang diperkirakan sebesar 0,1%. Produksi Industri juga pulih lebih dari yang diperkirakan, pulih 0,7% (MoM) pada bulan Juni. Namun, angka Mei direvisi lebih rendah menjadi -1,3%.
Di AS, inflasi Indeks Harga Produsen (IHP) meroket kembali ke level tertinggi multi-bulan di 3,3%, sementara inflasi IHP inti melonjak menjadi 3,7% (YoY). Meningkatnya tekanan inflasi menekan ekspektasi tiga kali penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pada akhir tahun, tetapi pasar suku bunga masih memperkirakan setidaknya dua penurunan suku bunga dengan keyakinan lebih dari 90% bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada 17 September.
Penjualan Ritel AS dan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) akan menjadi pendorong data utama pada hari Jumat. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang telah berulang kali diumumkan juga akan berlangsung pada hari Jumat, memberikan para pedagang banyak waktu untuk mengamati berita utama guna menutup pekan perdagangan. Terlepas dari klaim dan desakannya yang berulang kali sebagai negosiator dan pembuat kesepakatan kelas dunia, Presiden Trump telah berulang kali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan konsesi yang diinginkannya dari negara lain selama kedua masa jabatan kepresidenannya.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan ge...
GBP/USD menguat ke sekitar 1,3480 pada awal sesi Asia hari Jumat, bertahan di atas 1,3450. Penguatan ini terjadi karena dolar AS kembali melemah, seiring pasar makin yakin peluang pemangkasan suku bun...
Nilai tukar GBP/USD bergerak stabil di kisaran 1,3465 pada awal perdagangan Asia hari Rabu(31/12). Pergerakan yang cenderung tenang ini terjadi karena volume transaksi diperkirakan tipis menjelang lib...
Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(24/12), dengan Greenback menemukan sedikit dukungan di tengah berkurangnya likuiditas selama sesi liburan AS yang dipersingka...
GBP/USD menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada sesi Asia Senin, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3394, mendekati level 1,3400, menjelang rilis PDB Inggris...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...