
GBP/USD tetap stabil di sekitar 1,2560 selama jam-jam Asia pada hari Jumat setelah kenaikan pada sesi sebelumnya. Pasangan mata uang ini terapresiasi karena Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif timbal balik. Selain itu, Dolar AS (USD) melemah di tengah penurunan imbal hasil AS di seluruh kurva, meskipun ada kekhawatiran yang berkelanjutan tentang perang dagang global.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 107,00 dengan imbal hasil 2 tahun dan 10 tahun pada obligasi Treasury AS masing-masing berada di 4,31% dan 4,53%, pada saat penulisan.
Inflasi PPI inti di Amerika Serikat (AS) naik menjadi 3,6% YoY pada bulan Januari, melampaui yang diharapkan 3,3% tetapi sedikit di bawah 3,7% yang direvisi (sebelumnya dilaporkan sebagai 3,5%). Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menunda pemangkasan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini. Selain itu, inflasi yang terus menguat dapat semakin mendukung prospek Fed untuk mempertahankan suku bunga pada 4,25%-4,50% untuk jangka waktu yang lama.
Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data Penjualan Ritel AS yang akan datang, rilis ekonomi utama terakhir minggu ini. Pasar mengantisipasi sedikit kontraksi sebesar -0,1% dalam Penjualan Ritel bulanan, menyusul kenaikan 0,4% sebelumnya.
Di Inggris Raya (UK), data menunjukkan pada hari Kamis bahwa ekonomi tumbuh sebesar 1,4% tahun-ke-tahun pada Q4 2024, meningkat dari 1,0% yang direvisi naik pada kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,1%, menurut estimasi awal. Ini menandai pertumbuhan PDB tercepat sejak Q4 2022. Sepanjang tahun 2024, ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,9%, naik dari 0,4% pada tahun 2023, didorong oleh peningkatan 1,3% di sektor jasa, dibandingkan dengan pertumbuhan 0,4% pada tahun sebelumnya.
GBP/USD menguat karena Dolar AS melemah di tengah imbal hasil AS yang lebih rendah.
Inflasi PPI Inti AS naik menjadi 3,6% YoY pada bulan Januari, melampaui ekspektasi 3,3% tetapi sedikit di bawah revisi 3,7%.
PDB Inggris tumbuh sebesar 1,4% tahun-ke-tahun pada Q4 2024, melampaui ekspektasi pasar sebesar 1,1%.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan ge...
GBP/USD menguat ke sekitar 1,3480 pada awal sesi Asia hari Jumat, bertahan di atas 1,3450. Penguatan ini terjadi karena dolar AS kembali melemah, seiring pasar makin yakin peluang pemangkasan suku bun...
Nilai tukar GBP/USD bergerak stabil di kisaran 1,3465 pada awal perdagangan Asia hari Rabu(31/12). Pergerakan yang cenderung tenang ini terjadi karena volume transaksi diperkirakan tipis menjelang lib...
Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(24/12), dengan Greenback menemukan sedikit dukungan di tengah berkurangnya likuiditas selama sesi liburan AS yang dipersingka...
GBP/USD menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada sesi Asia Senin, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3394, mendekati level 1,3400, menjelang rilis PDB Inggris...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...