
Dolar menguat pada hari Kamis (6/2), tetapi tetap mendekati level terendah baru-baru ini, karena para pedagang mempertimbangkan risiko perang dagang yang mereda dan menantikan data utama AS pada hari Jumat, sementara sterling merosot menjelang keputusan kebijakan Bank of England.
Yen menyentuh level tertinggi delapan minggu terhadap dolar AS setelah anggota dewan kebijakan Bank of Japan menganjurkan kenaikan suku bunga yang berkelanjutan, tetapi memangkas kenaikan tersebut dan secara umum datar dalam perdagangan Eropa.
Dolar naik terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menjadi 108, tetapi masih berada di dekat level terendah sejak awal minggu lalu, dengan investor mulai mempertimbangkan prospek bahwa perang dagang global dapat dihindari.
Indeks dolar mencapai level tertinggi dua tahun di 110,17 pada tanggal 13 Januari, tetapi sejak itu telah turun 2%.
Presiden AS Donald Trump menangguhkan rencana tindakan tarif terhadap Meksiko dan Kanada minggu ini, tetapi mengenakan pungutan tambahan sebesar 10% atas impor dari Tiongkok. Karena tidak adanya berita utama tentang tarif, pasar menantikan angka-angka utama penggajian bulanan AS pada hari Jumat, ujian utama berikutnya bagi prospek kebijakan moneter AS.
Pemotongan suku bunga Fed sebesar seperempat poin sudah diperhitungkan sepenuhnya untuk bulan Juli, dengan pasar memperkirakan total pengurangan sebesar 45 basis poin pada pertemuan bulan Desember, menurut data LSEG.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Rabu bahwa meskipun Trump menginginkan suku bunga yang lebih rendah, ia tidak akan meminta Federal Reserve untuk memangkas suku bunga.
Pound melemah 0,55% dari level tertinggi satu bulan menjadi $1,2437, dengan Bank of England secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga seperempat poin di kemudian hari.
Peluang tersirat pasar untuk penurunan suku bunga BoE yang akan segera terjadi berada di sekitar 94%.
Euro melemah 0,4% menjadi $1,0361. Yen menguat hingga 151,81 per dolar - level terkuat sejak 12 Desember - di pagi hari Tokyo, setelah Naoki Tamura dari BOJ mengatakan bank sentral harus menaikkan suku bunga setidaknya 1% atau lebih pada paruh kedua tahun fiskal 2025 dengan risiko kenaikan harga.
Mata uang Jepang terakhir berpindah tangan pada 152,65 per dolar, sebagian besar tidak berubah pada hari sebelumnya, memangkas kenaikan awal setelah Tamura mengklarifikasi bahwa ia tidak bermaksud bahwa suku bunga netral harus 1%.
Pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga BOJ seperempat poin pada bulan September. (Arl)
Sumber : Reuters
Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan ge...
GBP/USD menguat ke sekitar 1,3480 pada awal sesi Asia hari Jumat, bertahan di atas 1,3450. Penguatan ini terjadi karena dolar AS kembali melemah, seiring pasar makin yakin peluang pemangkasan suku bun...
Nilai tukar GBP/USD bergerak stabil di kisaran 1,3465 pada awal perdagangan Asia hari Rabu(31/12). Pergerakan yang cenderung tenang ini terjadi karena volume transaksi diperkirakan tipis menjelang lib...
Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(24/12), dengan Greenback menemukan sedikit dukungan di tengah berkurangnya likuiditas selama sesi liburan AS yang dipersingka...
GBP/USD menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada sesi Asia Senin, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3394, mendekati level 1,3400, menjelang rilis PDB Inggris...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...