Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
GBP/USD Bergerak Turun Mendekati 1,2200
Thursday, 16 January 2025 13:38 WIB | GBP/USD |GBP/USD

GBP/USD bergerak turun setelah dua hari menguat, diperdagangkan di sekitar 1,2220 selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis (16/1). Poundsterling (GBP) menerima tekanan turun menyusul data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dari Inggris Raya (UK) yang dirilis pada hari Rabu.

Imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun turun menjadi 4,73%, mundur dari level tertinggi multi-dekade, setelah data resmi menunjukkan penurunan tak terduga dalam inflasi utama Inggris, meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Bank of England (BoE).

Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris meningkat sebesar 2,5% tahun-ke-tahun pada bulan Desember, turun dari 2,6% pada bulan November dan di bawah perkiraan pasar sebesar 2,7%. Meskipun terjadi perlambatan, angka tersebut tetap di atas target Bank of England (BoE) sebesar 2%.

Sementara itu, CPI inti tahunan, yang mengecualikan bahan makanan dan energi yang mudah berubah, tumbuh sebesar 3,2% pada bulan Desember, dibandingkan dengan kenaikan sebesar 3,5% pada bulan November, yang tidak memenuhi ekspektasi pasar sebesar 3,4%. Selain itu, inflasi jasa menurun tajam menjadi 4,4% tahun-ke-tahun pada bulan Desember, turun dari 5% pada bulan November.

Namun, pasangan GBP/USD menguat karena Dolar AS (USD) memperpanjang penurunannya menyusul data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang lebih dingin dari perkiraan untuk bulan Desember, yang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) AS dapat menerapkan dua pemotongan suku bunga tahun ini.

IHK AS naik sebesar 2,9% tahun-ke-tahun pada bulan Desember, naik dari 2,7% pada bulan November, yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Secara bulanan, IHK meningkat sebesar 0,4%, menyusul kenaikan 0,3% pada bulan November. CPI Inti AS, tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, meningkat sebesar 3,2% per tahun pada bulan Desember, sedikit di bawah 3,3% bulan sebelumnya dan perkiraan analis sebesar 3,3%. Secara bulanan, CPI inti naik tipis sebesar 0,2% pada bulan Desember 2024.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan mendekati 109,00. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 2 tahun dan 10 tahun masing-masing berada pada 4,27% dan 4,66%. Kedua imbal hasil turun lebih dari 2% pada hari Rabu karena data CPI inti AS yang lebih lemah memicu ekspektasi bahwa siklus pelonggaran Federal Reserve dapat berlanjut.(AL)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Euforia Safe Haven : Emas Melonjak...
Wednesday, 21 January 2026 09:06 WIB

Harga emas kembali naik tajam pada hari Selasa (20/1) dan mencetak rekor baru, menembus level psikologis di atas $4.700 per ons. Kenaikan ini didorong gelombang "flight to safety" karena ketegangan ge...

Pound Menguat, Dolar Kepepet: GBP/USD Naik ke 1,3480...
Friday, 2 January 2026 09:09 WIB

GBP/USD menguat ke sekitar 1,3480 pada awal sesi Asia hari Jumat, bertahan di atas 1,3450. Penguatan ini terjadi karena dolar AS kembali melemah, seiring pasar makin yakin peluang pemangkasan suku bun...

Pound vs Dolar Flat, Sinyal Bank Sentral Bikin Pasar Waspada...
Wednesday, 31 December 2025 07:52 WIB

Nilai tukar GBP/USD bergerak stabil di kisaran 1,3465 pada awal perdagangan Asia hari Rabu(31/12). Pergerakan yang cenderung tenang ini terjadi karena volume transaksi diperkirakan tipis menjelang lib...

Likuiditas Tipis Tekan GBP/USD di Sesi Liburan...
Wednesday, 24 December 2025 23:57 WIB

Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu(24/12), dengan Greenback menemukan sedikit dukungan di tengah berkurangnya likuiditas selama sesi liburan AS yang dipersingka...

Poundsterling Menguat Kembali, Data Inggris Menentukan...
Monday, 22 December 2025 08:31 WIB

GBP/USD menguat setelah tiga hari berturut-turut mengalami penurunan. Pada sesi Asia Senin, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3394, mendekati level 1,3400, menjelang rilis PDB Inggris...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS