Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD meroket karena data ketenagakerjaan AS
Saturday, 2 August 2025 05:03 WIB | EUR/USD |EUROPE

EUR/USD melonjak lebih dari 1% pada hari Jumat karena Greenback terpukul oleh laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih buruk dari perkiraan, yang memicu reaksi investor terhadap harga dalam dua pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Data dari negara lain diabaikan oleh para pedagang, yang mendorong pasangan mata uang ini dari sekitar level terendah 1,1391 menuju 1,1597.

Wall Street memperpanjang kerugiannya di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi di AS. Angka Nonfarm Payroll (NFP) bulan Juli diperkirakan lebih lemah dibandingkan bulan Juni, tetapi revisi ke bawah dari dua bulan sebelumnya, bersama dengan angka bulan lalu, mendorong EUR/USD lebih tinggi.

Di samping itu, Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan bahwa aktivitas manufaktur mengalami kontraksi. Sementara itu, Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) pada bulan Juni memburuk, mengakhiri hari yang buruk dalam laporan ekonomi bagi perekonomian AS.

Setelah NFP, para pedagang langsung memperkirakan penurunan suku bunga oleh The Fed. Sebelum pengumuman tersebut, investor memperkirakan pelonggaran sebesar 34 bps. Saat penulisan, kontrak suku bunga dana Fed CBOT Desember 2025 menunjukkan pelonggaran hampir 62 bps menjelang akhir tahun.

Peluang penurunan suku bunga sebesar 25 bps oleh The Fed pada pertemuan bulan September adalah 76%, menurut data Prime Market Terminal.

Di AS, Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP) Uni Eropa untuk bulan Juli tidak berubah di angka 2,4% YoY, bertentangan dengan ekspektasi penurunan tipis ke angka 2,3%. HICP inti tetap stabil di angka 2,0%, sedikit di atas perkiraan 1,9%, menunjukkan bahwa tekanan inflasi yang mendasarinya tetap kuat.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS