Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD Stabil, Eropa Terhindar Dari Tarif Sementara Trump Tekan The Fed
Wednesday, 9 July 2025 05:57 WIB | EUR/USD |EUR/USD

EUR/USD mencatatkan penguatan tipis selama sesi Amerika Utara karena dolar AS menghapus sebagian penguatan sebelumnya, menyusul permintaan Presiden AS Donald Trump agar Federal Reserve memangkas suku bunga, karena ia menunda tenggat waktu 9 Juli hingga 1 Agustus. Saat artikel ini ditulis, pasangan mata uang ini diperdagangkan di 1,1724, naik 0,14%.

Selera risiko memburuk di penghujung hari, di tengah ketidakpastian tentang kebijakan perdagangan. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengatakan bahwa ia memperkirakan akan ada 15-20 surat lagi yang akan dikirimkan dalam beberapa hari ke depan, menurut sebuah wawancara dengan CNBC. Sementara itu, ancaman Trump untuk memperluas tarif pada produk farmasi, semikonduktor, dan tembaga membebani sentimen investor.

Berdasarkan data, data ekonomi AS menunjukkan bahwa kepercayaan usaha kecil sedikit menurun, menurut survei Federasi Bisnis Independen Nasional (NFIB).

Mata uang bersama menghentikan kerugian pada hari Senin karena Gedung Putih tidak menargetkan Uni Eropa (UE) dengan tarif tambahan. Baru-baru ini, Trump mengakui bahwa perundingan antara AS dan Eropa sedang berjalan, seraya menambahkan bahwa UE telah "sangat baik" kepada AS.

Sementara itu, data ekonomi AS masih belum dirilis, dengan para pedagang menantikan rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juni. Di UE, sejumlah pejabat dari Bank Sentral Eropa (ECB) akan menyampaikan pernyataan, dipimpin oleh Wakil Presiden Luis de Guindos, Kepala Ekonom Philip Lane, dan Joachim Nagel.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS