Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD naik karena Trump memperpanjang batas waktu tarif impor dari UE
Monday, 26 May 2025 10:50 WIB | EUR/USD |EUROPE

EUR/USD melanjutkan kenaikannya untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,1390 selama jam Asia pada hari Senin. Euro (EUR) menguat karena Bloomberg melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump setuju untuk memperpanjang batas waktu tarif 50% pada Uni Eropa (UE) hingga 9 Juli. Pada hari Minggu.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengunggah di media sosial bahwa UE siap bergerak cepat dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) tetapi membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan. Pasar AS akan ditutup karena hari libur Memorial Day pada hari Senin.

Pada hari Jumat, Presiden Trump mengancam dalam sebuah unggahan di Truth Social untuk mengenakan tarif 50% pada impor dari Uni Eropa karena Brussels mengirimkan proposal perdagangan yang tidak begitu bagus ke Washington. Trump berkata, "Diskusi kita dengan mereka tidak akan membuahkan hasil! Oleh karena itu, saya merekomendasikan tarif langsung 50% pada Uni Eropa, mulai 1 Juni 2025."

Selain itu, pasangan EUR/USD menguat karena Dolar AS (USD) terus melemah karena ketidakpastian seputar ekonomi AS. Defisit fiskal AS dapat meningkat lebih jauh ketika "One Big Beautiful Bill" Trump melewati sidang Senat, meningkatkan risiko imbal hasil obligasi tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dapat membuat biaya pinjaman tetap tinggi bagi konsumen, bisnis, dan pemerintah.

Pasar AS tetap tertekan di tengah memburuknya profil utang AS karena Moody's menurunkan peringkat kredit AS dari Aaa menjadi Aa1. Moody's sekarang memproyeksikan utang federal AS akan naik menjadi sekitar 134% dari PDB pada tahun 2035, naik dari 98% pada tahun 2023, dengan defisit anggaran diperkirakan akan melebar hingga hampir 9% dari PDB.

Pejabat Fed terus mendukung mempertahankan suku bunga karena ketidakpastian yang masih ada atas kebijakan tarif Trump. Pada hari Jumat, Presiden Federal Reserve (Fed) Chicago Austan Goolsbee mengatakan bahwa ancaman tarif terbaru Trump kemungkinan menunda perubahan suku bunga. Sementara itu, Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid mencatat bahwa para pembuat kebijakan akan mengukur data konkret sebelum merumuskan keputusan suku bunga, dan Fed perlu berhati-hati seberapa besar penekanannya pada data lunak.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS