
Harga minyak bergerak naik tipis pada perdagangan terbaru, melanjutkan penguatan setelah mencatat kenaikan harian terbesar dalam sepekan. Namun arah pasar masih "setengah hati" karena pelaku pasar menimbang dua narasi besar yang saling bertabrakan: risiko geopolitik yang kembali mencuat versus kekhawatiran surplus pasokan global yang belum juga hilang.
Di pasar Eropa, Brent bertahan di sekitar US$62 per barel setelah menguat sekitar 1,7% pada sesi sebelumnya. Perhatian masih tertuju pada perkembangan Venezuela pasca tumbangnya Nicolás Maduro, termasuk rencana pembicaraan antara pihak industri dan Washington terkait masa depan sektor energi Venezuela. Di saat yang sama, tensi Timur Tengah ikut memanaskan sentimen setelah Israel kembali menegaskan posisinya untuk tidak memberi ruang bagi Iran membangun ulang kemampuan rudal balistik.
Meski headline geopolitik ramai, pelaku pasar besar menilai kenaikan minyak tetap punya "batas" selama tidak ada gangguan pasokan nyata. Sejumlah pelaku industri menilai kontribusi tambahan barel dari Venezuela tahun ini kemungkinan kecil, sehingga dampaknya terhadap harga tidak akan langsung terasa besar dalam waktu dekat.
Faktor penahan utama tetap datang dari gambaran pasokan global yang longgar. Venezuela saat ini hanya menyumbang porsi kecil dari produksi dunia, sehingga gangguan ekspor pun dianggap tidak cukup untuk mengangkat harga secara berkelanjutan. Bahkan, tekanan surplus membuat Arab Saudi kembali memangkas harga minyak untuk Asia untuk bulan ketiga berturut-turut”sinyal bahwa persaingan suplai masih ketat.
Sejumlah bank investasi juga menilai surplus pasokan berpotensi membengkak pada semester pertama 2026 dan memuncak di pertengahan tahun. Ini menjadi alasan mengapa proyeksi harga untuk beberapa kuartal awal 2026 cenderung diturunkan, terlebih setelah harga minyak tahun lalu mencatat penurunan tahunan terbesar sejak 2020 seiring bertambahnya barel dari OPEC+ dan produsen lain.
Sementara itu, wacana "kebangkitan" energi Venezuela masih terus dipantau. Industri migas AS dikabarkan akan melakukan pembahasan dengan pemerintah, dan Menteri Energi AS Chris Wright disebut ingin berdialog dengan eksekutif minyak terkait opsi menghidupkan kembali sektor tersebut. Presiden Donald Trump juga sempat memberi sinyal adanya dukungan finansial untuk mempercepat pemulihan infrastruktur”yang membuat saham perusahaan minyak AS sempat menguat.
Pada perdagangan pagi di London, Brent untuk pengiriman Maret naik sekitar 0,4% ke US$62,01 per barel. WTI untuk pengiriman Februari berada di sekitar US$58,55 per barel, mencerminkan pasar yang masih mencoba mencari keseimbangan antara headline geopolitik dan realita surplus pasokan.(alg)
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga minyak kembali melemah pada Rabu(7/1) setelah pasar mencerna pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan impor minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat. Sentimen utamanya: pasokan ber...
Harga minyak dunia kembali turun tajam setelah para pedagang mulai mempertimbangkan kemungkinan berakhirnya perang Rusia‘Ukraina. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati ...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...
Saham Hong Kong sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi, berfluktuasi di sekitar 26.165 setelah dua sesi penurunan, karena pelemahan di sektor properti dan keuangan diimbangi oleh kenaikan di saham teknologi dan konsumen. Para pedagang menilai...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE)...
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah...