Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Terjun Bebas, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Pasar Global?
Wednesday, 31 December 2025 07:04 WIB | OIL |Oil,

Harga minyak dunia sedang berada di jalur penurunan tahunan terdalam sejak pandemi 2020. Tekanan utama datang dari kekhawatiran pasar akan surplus pasokan yang besar, yang diperkirakan masih akan membayangi perdagangan hingga memasuki tahun baru. Minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), turun ke bawah 58 dolar AS per barel, melemah hampir 20% sepanjang tahun ini. Sementara itu, Brent untuk pengiriman Maret bertahan di kisaran 61 dolar AS per barel.

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar tertuju pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Januari. Selain itu, laporan industri minyak AS yang cenderung negatif ikut menekan sentimen. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah sebesar 1,7 juta barel pekan lalu, disertai kenaikan stok bensin dan distilat, yang menandakan lemahnya permintaan.

Sepanjang tahun ini, harga minyak terus melemah karena pasokan dari OPEC+ dan negara pesaing meningkat, sementara pertumbuhan permintaan global melambat. Sejumlah lembaga besar, termasuk Badan Energi Internasional, memperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan yang signifikan tahun depan. Bahkan OPEC sendiri memproyeksikan adanya surplus, meski dalam skala yang lebih moderat.

Di luar faktor ekonomi, situasi geopolitik juga ikut memengaruhi pasar. Uni Emirat Arab menyatakan akan menarik pasukannya dari Yaman di tengah meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, yang sama-sama merupakan anggota penting OPEC. Di sisi lain, pasar juga mencermati langkah Amerika Serikat yang memblokade sebagian pengiriman minyak Venezuela serta tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, yang menambah ketidakpastian arah harga minyak ke depan. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS