Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Naik, China Siap Gas Dukungan 2026
Monday, 29 December 2025 07:15 WIB | OIL |brent oilCrude Oil

Harga minyak mentah menguat jelang akhir tahun, ditopang harapan permintaan yang lebih baik dari China dan reli komoditas yang ikut mengangkat sentimen pasar. Brent kembali bergerak di atas level $61 per barel, sementara WTI berada di kisaran $57 per barel.

Kenaikan ini muncul setelah China memberi sinyal dukungan berkelanjutan untuk pertumbuhan tahun depan. Dalam pernyataan Kementerian Keuangan China pada Minggu, Beijing menyebut akan memperluas basis belanja fiskal pada 2026, mengindikasikan pemerintah masih siap mendorong ekonomi lewat stimulus dan belanja.

Di sisi geopolitik, minyak tetap naik meski AS meningkatkan upaya mengakhiri perang di Ukraina”yang secara teori bisa membuka jalan berkurangnya pembatasan terhadap aliran minyak Rusia. Presiden Donald Trump mengatakan ia membuat "banyak kemajuan" dalam pembicaraan dengan Presiden Ukraina, sementara Volodymyr Zelenskiy menyebut kerangka perdamaian sudah "90% disepakati", walau masih ada ganjalan, termasuk soal masa depan wilayah Donbas.

Namun, secara tren bulanan, minyak masih tertekan. Pada Desember, harga minyak masih berada di jalur penurunan bulanan kelima berturut-turut, yang akan menjadi rentetan penurunan terpanjang dalam lebih dari dua tahun. Tekanan datang dari kekhawatiran pasar terhadap potensi surplus pasokan global, setelah kenaikan suplai dari kartel OPEC+ (termasuk Rusia) serta peningkatan produksi dari negara di luar kelompok tersebut.

China sebagai importir minyak terbesar dunia tetap jadi kunci arah permintaan. Ekonominya masih menghadapi hambatan dari pelemahan sektor properti dan tekanan eksternal, termasuk friksi dagang dengan AS. Meski begitu, penimbunan (stockpiling) minyak China diperkirakan berlanjut tahun depan dan bisa membantu menyerap surplus. Pada pukul 7:51 pagi di Singapura, Brent kontrak Februari naik 0,8% menjadi $61,15 per barel, sedangkan WTI kontrak Februari naik 0,8% menjadi $57,18 per barel.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS