
Harga minyak mengarah pada kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Oktober, didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat. Harga West Texas Intermediate (WTI) stabil di atas $58 per barel, mencatatkan kenaikan lebih dari 3% minggu ini. Lonjakan harga ini terjadi di tengah ketegangan antara AS dan Venezuela, di mana blokade pengiriman minyak oleh AS semakin diperketat, termasuk pengejaran kapal tanker yang dikenai sanksi.
Di sisi lain, serangan militer AS di Nigeria juga memberikan dampak pada harga minyak. AS baru saja meluncurkan serangan mematikan terhadap kelompok ISIS di Nigeria Barat Laut, yang merupakan negara anggota OPEC dan memproduksi sekitar 1,5 juta barel per hari. Ketegangan ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
Namun, meski harga minyak stabil, pasar masih menghadapi penurunan tahunan terbesar sejak 2020 akibat ekspektasi kelebihan pasokan global pada tahun 2026. Produsen di dalam dan luar OPEC+ diperkirakan akan meningkatkan pasokan, yang dapat menekan harga lebih lanjut. Walau begitu, ketegangan geopolitik, terutama di Venezuela dan Nigeria, tetap mendukung harga agar tidak turun terlalu tajam.
Selain itu, di Eropa, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyampaikan bahwa ia telah berdiskusi dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk mencari cara mengakhiri perang dengan Rusia, sementara Ukraina terus melancarkan serangan militer, termasuk menyerang kilang Novoshakhtinsk di wilayah Rostov, Rusia. Ketegangan ini turut menambah ketidakpastian di pasar minyak global. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...