Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Terkoreksi, Namun Masih Catat Kenaikan Mingguan
Friday, 19 December 2025 17:16 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga emas sedikit turun pada hari Jumat(19/12), tertekan oleh penguatan dolar dan posisi investor akhir tahun, tetapi siap untuk mengakhiri minggu dengan lebih tinggi karena data inflasi AS yang lebih lemah meningkatkan spekulasi penurunan suku bunga.

Harga emas spot turun 0,1% menjadi $4.326,29 per ons pada pukul 09.35 GMT, tetapi diperkirakan akan mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,6%, setelah kembali mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada bulan Oktober. Kontrak berjangka emas AS turun 0,2% menjadi $4.354,80.

Harga perak spot naik 0,7% menjadi $65,90 per ons, diperkirakan akan mengakhiri minggu dengan kenaikan 6% setelah mencapai puncak tertinggi sepanjang masa sebesar $66,88 pada hari Rabu.

Perak telah naik 128% year-to-date karena permintaan industri yang lebih kuat, dan telah mengungguli emas, yang telah mencatat kenaikan tahunan sebesar 65% sejauh tahun ini.

Dolar AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Emas mengalami sedikit tekanan hari ini kemungkinan karena beberapa penyesuaian posisi akhir tahun dan suasana tenang menjelang liburan," kata Zain Vawda, analis di MarketPulse by OANDA, menambahkan bahwa data ekonomi AS yang lebih lemah baru-baru ini telah membantu prospek penurunan suku bunga tahun depan.

Harga konsumen AS naik 2,7% year-on-year pada bulan November, di bawah perkiraan ekonom sebesar 3,1%. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan pada hari Kamis bahwa jika angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat dipertahankan, hal itu dapat membuka pintu untuk lebih banyak penurunan suku bunga tahun depan.

Kontrak berjangka suku bunga dana federal menunjukkan sedikit peningkatan peluang Fed memangkas suku bunga pada pertemuan Januari, setelah data tersebut.

Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik 14% menjadi $4.900/oz pada Desember 2026 dalam skenario dasarnya, didorong oleh permintaan bank sentral yang secara struktural tinggi dan dukungan siklikal dari pemotongan suku bunga Fed, demikian pernyataan perusahaan pialang tersebut dalam sebuah catatan pada hari Kamis.

Platinum naik 1,5% menjadi $1.944,71 setelah menyentuh level tertinggi lebih dari 17 tahun pada hari Kamis. Palladium turun 0,1% menjadi $1.694,75 setelah mencapai level tertinggi hampir tiga tahun sebelumnya dalam sesi tersebut.

Keduanya diperkirakan akan mengalami kenaikan mingguan, dengan palladium berada di jalur untuk mencatatkan minggu terbaiknya sejak September 2024.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS