Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Berpotensi Lanjut Turun Di Tengah Tekanan Pasokan
Friday, 19 December 2025 16:51 WIB | OIL |Minyak WTIbrent oil

Harga minyak turun pada hari Jumat(19/12) dan diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan kedua berturut-turut karena potensi kelebihan pasokan dan prospek kesepakatan damai Rusia-Ukraina mengimbangi kekhawatiran atas gangguan akibat blokade kapal tanker minyak Venezuela.

Kontrak minyak mentah Brent turun 17 sen, atau 0,28%, menjadi $59,65 per barel pada pukul 0915 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 31 sen, atau 0,55%, menjadi $55,84.

Secara mingguan, patokan Brent dan WTI masing-masing turun 2,4% dan 2,8%. Analis secara luas memproyeksikan kelebihan pasokan minyak global tahun depan, didorong oleh peningkatan produksi dari kelompok produsen OPEC+ serta dari Amerika Serikat dan produsen lainnya.

"Bahwa harga tetap rendah pada level ini menunjukkan bahwa pasar saat ini dibanjiri minyak," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank. "Ada cukup minyak untuk mengurangi gangguan apa pun."

Ketidakpastian tentang bagaimana AS akan menegakkan niat Presiden AS Donald Trump untuk memblokir kapal tanker yang dikenai sanksi agar tidak masuk dan keluar Venezuela meredam premi risiko geopolitik dan menekan harga minyak pada hari Jumat, kata analis IG Tony Sycamore.

Venezuela, yang memompa sekitar 1% pasokan minyak global, pada hari Kamis mengizinkan dua kargo yang tidak dikenai sanksi untuk berlayar ke China, kata dua sumber yang mengetahui operasi ekspor minyak Venezuela. Optimisme atas potensi kesepakatan perdamaian Ukraina yang dipimpin AS juga meredakan kekhawatiran risiko pasokan, kata Sycamore.

Namun, analis Bank of America mengatakan mereka memperkirakan harga minyak yang lebih rendah akan membatasi pasokan, yang dapat mencegah harga jatuh bebas.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS