Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Perdamaian Ukraina - Rusia Dekat, Minyak Kembali Turun
Thursday, 11 December 2025 20:16 WIB | OIL |Minyak WTI

Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar $57,70 pada hari Kamis saat penulisan ini, turun 1,80% pada hari itu. Minyak mentah tetap berada di bawah tekanan karena tanda-tanda kemajuan muncul dalam negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara Rusia dan Ukraina, sebuah perkembangan yang mengurangi premi risiko yang sebelumnya tertanam dalam harga minyak.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa ia memiliki waktu hingga Natal untuk menerima proposal yang dapat mengakhiri perang, menurut Telegraph. Sementara itu, Zelensky mengkonfirmasi bahwa ia sedang menyelesaikan rencana perdamaian yang direvisi untuk diajukan ke Washington, menandakan percepatan upaya diplomatik. Analis mencatat bahwa de-eskalasi yang berkelanjutan akan mengurangi risiko terhadap infrastruktur energi regional dan meningkatkan visibilitas pasokan, yang mendorong penyesuaian bearish pada WTI dalam jangka pendek.

Di bidang makroekonomi, Federal Reserve (Fed) kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, menurunkan kisaran suku bunga dana federal menjadi 3,5%-3,75%. Sikap kebijakan yang lebih akomodatif dapat mendukung permintaan energi dengan merangsang aktivitas ekonomi, meskipun dampak langsungnya masih terbatas di pasar yang saat ini didominasi oleh pertimbangan sisi penawaran.

Data dari Energy Information Administration (EIA) yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 1,812 juta barel untuk pekan 5 Desember, melebihi ekspektasi penurunan sekitar 1,2 juta barel. Meskipun penurunan yang lebih besar dari perkiraan ini biasanya akan mendukung harga, hal ini dibayangi oleh perkembangan geopolitik di Eropa Timur.

Sementara itu, analis di ING menyoroti bahwa pasar minyak global terus merosot lebih dalam ke dalam kelebihan pasokan karena volume ekspor Rusia kesulitan menemukan pembeli. Bank tersebut menekankan bahwa diskon yang lebih besar pada minyak mentah Rusia atau bahkan potensi penurunan produksi Rusia mungkin diperlukan untuk menyeimbangkan kembali pasar.

Untuk saat ini, fokus investor tetap tertuju pada perkembangan negosiasi antara Kyiv, Moskow, dan Washington, yang merupakan pendorong utama arah pergerakan WTI. Konfirmasi kemajuan apa pun, atau sebaliknya, tanda-tanda kemunduran, dapat memicu peningkatan volatilitas harga energi.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS