
Harga minyak diperkirakan akan turun hingga 2026, ungkap Goldman Sachs pada hari Senin, menyebutkan lonjakan produksi yang akan menjaga pasar tetap surplus besar sekitar 2 juta barel per hari.
Bank tersebut memperkirakan harga minyak mentah Brent akan mencapai rata-rata $56 per barel dan WTI $52 pada 2026, di bawah kurva forward saat ini yang masing-masing berada di angka $63 dan $60.
"Gelombang pasokan 2025-2026 sebagian besar disebabkan oleh proyek-proyek siklus panjang yang telah mendapatkan Keputusan Investasi Akhir (FID) tepat sebelum pandemi, tertunda selama pandemi Covid, dan sekarang semuanya mulai beroperasi, serta dari keputusan strategis OPEC untuk mengakhiri pemangkasan produksi," catat bank tersebut.
OPEC+, atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) plus Rusia dan sekutu lainnya, telah meningkatkan produksi sejak April. Produsen lain, seperti AS dan Brasil, juga meningkatkan pasokan, yang menambah kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan membebani harga.
Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan pasar minyak global menghadapi surplus yang lebih besar tahun depan, mencapai 4,09 juta barel per hari (mbpd).
Goldman Sachs memperkirakan harga akan pulih mulai tahun 2027 karena harga rendah tahun 2025“2026 membebani produksi non-OPEC dan sangat sedikit proyek baru yang beroperasi setelah 15 tahun kekurangan investasi.
"Oleh karena itu, kami memperkirakan Brent/WTI akan mencapai proyeksi jangka panjang kami di $80/76 pada akhir tahun 2028," kata bank tersebut.
Pada tahun 2026/2027, harga minyak mentah Brent dapat turun hingga $40-an jika pasokan non-OPEC terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan atau jika ekonomi global memasuki resesi, tetapi dapat naik di atas $70 per barel jika pasokan Rusia menurun lebih tajam, kata Goldman Sachs.
Harga minyak mentah Brent berjangka diperdagangkan di kisaran $64,31 per barel pada pukul 18.09 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS diperdagangkan di harga $60,02.(Cay)
Sumber: Investing.com
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...