
Harga minyak menuju penurunan bulanan ketiga di tengah kekhawatiran akan kelebihan pasokan global, dengan OPEC+ diperkirakan akan mendukung kenaikan pasokan lagi akhir pekan ini.
Harga West Texas Intermediate turun mendekati $60 per barel, berada di jalur penurunan bulanan lebih dari 3%, sementara Brent ditutup di $65. Kelompok produsen akan mengadakan diskusi pada hari Minggu, dan para anggota diperkirakan akan sepakat untuk menghidupkan kembali sebagian kapasitas yang terhenti dalam upaya untuk merebut kembali pangsa pasar.
Para pedagang juga mempertimbangkan dampak sanksi Barat terhadap Rusia, termasuk pembatasan AS terhadap produsen terkemuka negara itu, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC. Beberapa kilang di India telah menghentikan pembelian impor Rusia untuk beberapa bulan mendatang, mendorong mereka untuk mencari barel alternatif. Minyak mentah AS telah turun 16% tahun ini karena para pedagang memperkirakan pasar akan memiliki pasokan yang melimpah, dengan Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa akan ada rekor surplus pada tahun 2026. Harga minyak berjangka telah melemah minggu ini meskipun Washington dan Beijing mencapai gencatan senjata perdagangan pada pertemuan puncak tingkat tinggi di Korea Selatan antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Tiongkok Xi Jinping.
Harga:
WTI untuk pengiriman Desember turun 0,5% menjadi $60,29 per barel pada pukul 7:30 pagi di Singapura.
Brent untuk penyelesaian Desember, yang berakhir pada hari Jumat, ditutup 0,1% lebih tinggi pada $65,00 per barel pada hari Kamis. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...