
Harga minyak mempertahankan penurunan tiga hari karena investor menilai dampak sanksi Barat terhadap produsen minyak mentah terkemuka Rusia, di samping estimasi industri yang beragam mengenai perubahan persediaan AS.
Harga West Texas Intermediate stabil di dekat $60 per barel setelah turun hampir 3% selama tiga sesi sebelumnya, sementara Brent ditutup di atas $64. Presiden AS Donald Trump akan menindaklanjuti dan memberlakukan sanksi baru yang keras terhadap Moskow untuk menekan Vladimir Putin agar bernegosiasi guna mengakhiri perang di Ukraina, menurut Matthew Whitaker, duta besar AS untuk NATO.
Sementara itu, laporan industri AS menunjukkan penurunan 4 juta barel dalam kepemilikan minyak mentah nasional, seiring dengan penarikan bensin dan sulingan. Namun, gambaran tersebut juga menandai peningkatan persediaan minyak di pusat utama Cushing, Oklahoma.
Minyak berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan ketiga, dengan harga terseret turun oleh ekspektasi surplus global seiring OPEC+ meningkatkan produksi. Aliansi tersebut dijadwalkan bertemu akhir pekan ini, dan mungkin akan menyetujui peningkatan pasokan lagi. Para pedagang juga memantau perkembangan menuju kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok, dengan Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada hari Kamis. (azf)
Sumber: Bloomberg
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan i...
Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian ...
Harga minyak bergerak terbatas pada Kamis (8/1) setelah dua sesi tertekan, ketika pasar mencerna langkah AS yang makin agresif untuk mengatur arus minyak Venezuela - termasuk rencana mengelola penjual...
Harga minyak bergerak naik tipis ketika pasar mencerna langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. WTI bertahan di area US$56/barel setelah sebelumnya sempat turun tajam, sementara Brent masih ...
Harga minyak mentah Brent merosot dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela akan memasok puluhan juta barel minyak ke Washington. Harga mi...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...